Leuwimunding (KEMENAG) – Dalam upaya menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Majalengka memberikan layanan konseling individual secara intensif kepada siswa pada Kamis (10/09/2026). Kegiatan pendampingan khusus ini dilaksanakan di Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 1 Majalengka.
Langkah ini diambil oleh Guru BK MTsN 1 Majalengka, Hj. Eli Purwati, S.Pd., merespons laporan mengenai dinamika belajar di kelas yang kurang nyaman akibat beberapa perilaku siswa, seperti bercanda berlebihan, mengejek teman, hingga sulit fokus selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.
Guru BK MTsN 1 Majalengka, Hj. Eli Purwati, S.Pd., menjelaskan bahwa layanan konseling individual ini bertujuan membantu siswa memahami dampak dari perbuatannya, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan mengedepankan pola edukatif dan persuasif.
“Pendekatan yang kita gunakan bukan bentuk hukuman, melainkan edukasi dan pendampingan. Kita ingin membantu siswa mengenali emosinya, memahami batasan dalam berinteraksi, serta menemukan cara yang lebih positif dalam menjalin pertemanan,” ujar Eli di Ruang BK.
Dalam sesi konseling tersebut, disusun sejumlah langkah konkret dan kesepakatan diri bersama siswa, meliputi:
1. Refleksi Diri: Mengajak siswa menyadari bahwa perilaku seperti mengejek atau mengganggu dapat menyakiti perasaan orang lain.
2. Latihan Regulasi Diri:Memberikan panduan cara mengontrol impuls untuk bersikap jahil dan belajar lebih tenang saat pembelajaran.
3. Teknik Fokus Belajar: Melatih strategi konsentrasi sederhana saat guru menjelaskan materi di kelas.
4. Evaluasi Berkala: Melakukan pemantauan perkembangan perilaku secara berkala bersama wali kelas dan orang tua siswa.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan terus memantau perkembangan siswa secara berkala melalui sinergi antara Guru BK, wali kelas, dan orang tua murid. Pembentukan karakter siswa yang santun, saling menghargai, dan disiplin senantiasa menjadi prioritas utama madrasah dalam mencetak generasi yang berakhlaqul karimah.
Melalui pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling ini, diharapkan tidak hanya dapat menyelesaikan permasalahan perilaku siswa yang bersangkutan, tetapi juga mampu mengembalikan kenyamanan belajar di kelas secara keseluruhan. Ke depan, komitmen dalam pembinaan karakter peserta didik ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan tata kelola di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Pipit Laila Fitri


Komentar