Rajagaluh (KEMENAG) – Dalam upaya menyukseskan dan memaksimalkan penerapan Kurikulum Merdeka di lingkungan madrasah, tenaga pendidik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka terus proaktif memutakhirkan keilmuannya. Hal ini dibuktikan oleh keikutsertaan Hupadin Kisap, M.Pd.I., selaku guru mata pelajaran Matematika, dalam ajang Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Matematika MTs Angkatan VII.
Kegiatan strategis yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung ini dilangsungkan sepenuhnya secara online selama tiga hari, terhitung sejak Rabu (8/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026).
Agenda Bimtek secara resmi dibuka secara virtual oleh Kepala BDK Bandung, H. Agus Nasihatul Ahyar, S.Pd.I. Mengingat seremoni pembukaan ini diselenggarakan secara serentak karena berbarengan dengan pembukaan beberapa program Bimtek bidang studi lainnya, sesi pengarahan berlangsung dengan sangat efektif dan efisien. Langkah cepat ini memungkinkan para peserta untuk segera memisahkan diri ke dalam kelas-kelas virtual spesifik dan berfokus penuh pada pendalaman materi inti rumpun mata pelajaran masing-masing.
Bagi para peserta, khususnya di kelas Matematika MTs, pelatihan difokuskan pada perancangan modul ajar yang adaptif, asesmen formatif-sumatif, hingga strategi pembelajaran berdiferensiasi yang menjadi ruh utama dari Kurikulum Merdeka.
Bagi Hupadin Kisap, M.Pd.I., kesempatan mengikuti Bimtek langsung dari BDK Bandung ini merupakan momentum berharga untuk memperkaya referensi pedagogiknya. Ia melihat Kurikulum Merdeka sebagai angin segar yang memacu guru untuk lebih kreatif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
“Meskipun tadi pembukaannya digabung secara serentak dengan angkatan dan mata pelajaran lain, substansi materi yang langsung kami bedah di ruang kelas khusus Matematika ini sangatlah padat, tajam, dan bermanfaat,” ungkap Hupadin saat memberikan pandangannya terkait keikutsertaannya dalam Bimtek tersebut.
Lebih lanjut, ia menuturkan komitmennya untuk segera mengimplementasikan ilmu yang ia peroleh di ruang kelas madrasah. “Kurikulum Merdeka ini menuntut kita sebagai pendidik untuk lebih fleksibel. Melalui pelatihan ini, saya mendapat banyak sekali pencerahan, terutama terkait bagaimana menyusun asesmen diagnostik yang tepat sasaran. Harapan saya, ilmu dari Bimtek ini bisa langsung saya terapkan, agar mata pelajaran Matematika yang selama ini sering dianggap sebagai momok menakutkan bisa diubah menjadi pembelajaran yang bermakna, asyik, dan memancing nalar kritis anak-anak di MTsN 12 Majalengka,” paparnya dengan antusiasme tinggi.
Langkah proaktif tenaga pendidik MTsN 12 Majalengka dalam mengikuti program pengembangan keprofesian ini patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Hal ini menegaskan komitmen nyata madrasah yang tidak pernah berhenti berbenah dalam meningkatkan kualitas mutu sumber daya manusianya. Dengan hadirnya guru-guru yang inovatif dan melek pembaruan kurikulum, MTsN 12 Majalengka optimis akan terus berdiri kukuh sebagai pencetak generasi emas bangsa yang cerdas secara nalar dan matang berkarakter. Teruslah belajar, wujudkan madrasah unggul yang mandiri dan berprestasi!
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar