Talaga (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka terus berkomitmen memberikan pelayanan prima bagi para siswanya. Melalui ketersediaan fasilitas dan kesiapsiagaan pengurus Palang Merah Remaja (PMR) serta Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pihak madrasah memastikan penanganan pertolongan pertama bagi siswa yang mengalami gangguan kesehatan di lingkungan sekolah berjalan secara optimal.
Layanan kesehatan tersebut berlangsung di Ruang PMR MAN 1 Majalengka pada Kamis (3/9/2026). Penanganan terfokus pada siswa kelas XI dan XII yang membutuhkan pertolongan pertama di tengah berlangsungnya kegiatan pembelajaran di madrasah.
Kondisi ini berlangsung seiring dengan diterapkannya pembagian tugas pembina. Sementara siswa kelas XI dan XII fokus mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di madrasah, siswa kelas X sedang melaksanakan agenda Perkemahan Bersama Ekstrakurikuler yang diselenggarakan di Bumper Lebak Barat, Desa Girimulya, Kecamatan Banjaran, sejak Rabu hingga Jumat (2–4/9/2026).
Pembina UKS MAN 1 Majalengka, Juju Juariah, M.A.P., menjelaskan bahwa skema penugasan ini sengaja dirancang agar seluruh aktivitas siswa, baik di dalam maupun di luar madrasah, tetap mendapatkan pengawasan serta jaminan fasilitas kesehatan secara merata.
“Pihak madrasah sengaja membagi dua pengawasan kegiatan dalam waktu yang bersamaan. Pembina PMR, Amelia Siti Marwah, S.Pd., mendampingi siswa kelas X di Buper Lebak Barat, sedangkan kami di UKS tetap siaga di madrasah untuk melayani siswa kelas XI dan XII,” ujar Juju.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menegaskan pentingnya pembagian peran ini demi menjaga mutu layanan madrasah. Pihaknya berupaya memastikan tidak ada sektor pelayanan yang terabaikan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan peserta didik.
“Pembagian tugas ini kami lakukan untuk tetap memberikan pertolongan pertama yang terbaik bagi siswa, baik untuk siswa kelas X yang sedang mengikuti perkemahan ekstrakurikuler maupun siswa kelas XI dan XII yang melaksanakan kegiatan pembelajaran di madrasah,” terang Wawan.
Melalui komitmen dan penanganan yang terintegrasi ini, penanganan kesehatan di lingkungan MAN 1 Majalengka diharapkan senantiasa responsif. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu serta standar layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar