Majalengka (Kemenag) — Tim Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Majalengka menghadiri pertemuan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Majalengka yang dilaksanakan di SMPN 3 Majalengka, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan MGBK menjadi wadah bagi para guru BK untuk saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi bagi guru BK dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka dalam menghadapi beragam kebutuhan dan tantangan perkembangan peserta didik.
Pada pertemuan kali ini, materi yang dibahas mengangkat tema “Menguatkan Kompetensi BK Hebat: Guru BK Inovatif, Siswa Hebat, Sekolah Berkarakter.” Melalui tema tersebut, para guru BK diajak untuk terus mengembangkan layanan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Dari MTsN 2 Majalengka, kegiatan diikuti oleh Zulfah, S.Kom.I., Ulfah Nadiyati ZA, S.Sos., dan Rika Gayatri, S.Pd. Ketiganya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus memperdalam kembali materi “7 Jurus BK Hebat” sebagai salah satu pendekatan dalam mengembangkan layanan BK yang lebih komprehensif.
Jurus pertama, Assessment Minat dan Bakat: Kenali Potensi, menekankan pentingnya mengenali potensi peserta didik sejak dini. Melalui asesmen minat dan bakat, guru BK dapat membantu siswa memahami kemampuan dan kecenderungan yang dimiliki sehingga lebih mudah menentukan arah belajar, pengembangan diri, hingga perencanaan karier.
Jurus kedua, Pembelajaran Sosial Emosional (SEL): Kelola Emosi, menitikberatkan pada kemampuan peserta didik dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara sehat. Guru BK memiliki peran dalam menghadirkan kegiatan reflektif, latihan empati, dan komunikasi positif sehingga siswa mampu menghadapi tekanan dengan lebih bijak serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Selanjutnya, jurus ketiga, Daya Lenting: Tumbuhkan Resiliensi, mengajarkan peserta didik untuk mampu bangkit ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan. Melalui layanan konseling individu, siswa diarahkan untuk memahami bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar. Dengan demikian, peserta didik diharapkan menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan siap menghadapi perubahan.
Jurus keempat, Kebiasaan Berkesadaran: Jaga Konsistensi, berkaitan dengan pembentukan kebiasaan positif melalui kesadaran diri, mindfulness, dan disiplin. Peserta didik diajak untuk memahami setiap tindakan dan keputusan yang dilakukan sehingga mampu menjaga perilaku positif secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, jurus kelima, Komunikasi Empatik: Jalin Koneksi, menekankan pentingnya komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh empati. Guru BK diharapkan mampu menjadi pendengar yang baik, membangun komunikasi positif, serta menghargai perbedaan karakter dan kebutuhan setiap peserta didik. Hubungan yang dibangun melalui komunikasi empatik dapat menciptakan lingkungan sekolah yang saling memahami dan mendukung.
Jurus keenam, Kerja Sama Multipihak: Bangun Kolaborasi, mengingatkan bahwa layanan BK tidak dapat berjalan secara optimal apabila hanya dilakukan oleh guru BK. Dibutuhkan kerja sama antara guru, wali kelas, orang tua, pimpinan sekolah atau madrasah, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memberikan dukungan yang menyeluruh terhadap perkembangan peserta didik.
Adapun jurus ketujuh, Lingkungan Belajar Aman, Nyaman, Menggembirakan: Menata Situasi, menekankan pentingnya menciptakan iklim sekolah yang positif. Peserta didik perlu merasa aman, baik secara fisik maupun emosional, sehingga dapat mengikuti pembelajaran dan mengembangkan potensinya secara optimal. Lingkungan yang nyaman dan menggembirakan diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih bersemangat belajar, berkembang, dan berprestasi.
Pendalaman tujuh jurus tersebut menjadi bekal penting bagi guru BK dalam meningkatkan kualitas layanan di satuan pendidikan. Konsep BK Hebat tidak hanya berorientasi pada penanganan masalah peserta didik, tetapi juga pada upaya mengenali potensi, mengembangkan karakter, membangun ketangguhan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan MGBK, tim BK MTsN 2 Majalengka diharapkan dapat membawa wawasan dan praktik baik yang diperoleh untuk diterapkan dalam layanan BK di madrasah. Penguatan kompetensi guru BK diharapkan semakin mendukung terwujudnya peserta didik yang berkembang secara optimal, memiliki karakter positif, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dengan lebih siap dan percaya diri.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar