Majalengka (Kemenag) — Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Majalengka mengikuti kegiatan diskusi dan presentasi dalam rangkaian Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Majalengka pada Selasa (8/9/2026). Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membuat dan mempresentasikan denah sekolah ideal, aman, nyaman, dan menggembirakan sebagai implementasi Jurus Ketujuh BK Hebat.
Jurus ketujuh yang mengangkat tema “Lingkungan Belajar Aman, Nyaman, Menggembirakan: Menata Situasi” menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik. Lingkungan yang positif diharapkan dapat mendukung proses belajar, perkembangan karakter, serta kesehatan fisik dan emosional siswa.
Dalam kegiatan tersebut, para guru BK dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi dan menyusun gambaran sekolah ideal. Mereka tidak hanya merancang posisi dan fungsi berbagai fasilitas sekolah, tetapi juga mengidentifikasi kemungkinan faktor risiko yang dapat muncul di lingkungan sekolah dan berpotensi menimbulkan permasalahan bagi peserta didik.
Rika Gayatri, S.Pd., guru BK MTsN 2 Majalengka yang tergabung dalam Kelompok 2, berkesempatan mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Dalam presentasinya, Rika memaparkan susunan denah sekolah yang dinilai ideal berdasarkan hasil pembahasan bersama anggota kelompok.
Denah tersebut menggambarkan bagaimana lingkungan sekolah dapat ditata agar mendukung keamanan, kenyamanan, dan aktivitas peserta didik. Setiap bagian dalam denah dipertimbangkan berdasarkan fungsi serta kemungkinan dampaknya terhadap kehidupan siswa di lingkungan sekolah.
Tidak berhenti pada penyusunan denah, Kelompok 2 juga mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang mungkin muncul. Faktor-faktor tersebut menjadi perhatian karena apabila tidak diantisipasi sejak awal, dapat berkembang menjadi permasalahan yang mengganggu keamanan, kenyamanan, maupun perkembangan peserta didik.
Dalam presentasinya, Rika juga menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai risiko tersebut. Solusi yang dirancang diarahkan pada upaya pencegahan, penataan lingkungan, pengawasan, serta kolaborasi berbagai pihak agar sekolah mampu menjadi tempat yang aman dan mendukung kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada guru BK untuk melihat lingkungan sekolah tidak hanya dari aspek fisik, tetapi juga dari perspektif psikologis dan sosial peserta didik. Penataan ruang dan lingkungan sekolah perlu mempertimbangkan kemungkinan munculnya berbagai situasi yang dapat memengaruhi kenyamanan dan perkembangan siswa.
Melalui kegiatan tersebut, guru BK diajak untuk semakin peka terhadap kondisi lingkungan belajar dan mampu merancang strategi pencegahan terhadap berbagai permasalahan peserta didik. Konsep sekolah ideal, aman, nyaman, dan menggembirakan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan BK yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif.
Implementasi Jurus Ketujuh BK Hebat ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi guru BK untuk terus menciptakan lingkungan madrasah yang aman secara fisik, nyaman secara emosional, dan menggembirakan bagi peserta didik, sehingga mereka dapat belajar, berkembang, dan berprestasi secara optimal.
Kontributor: Rika Gayatri


Komentar