Talaga (KEMENAG) — Guna memastikan tata kelola operasional dan kebersihan fasilitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tertib, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengambil kembali ribuan wadah makanan pasca-pendistribusian. Aksi penarikan tempat makan tersebut dipusatkan di Depan Ruang Laboratorium MAN 1 Majalengka, Selasa (1/9/2026).
Rangkaian kegiatan penarikan tempat makan dilaksanakan pada sore hari pukul 15.30 WIB oleh Tim SPPG dari Yayasan Baitul Malik Insani, Desa Jatipamor, Kecamatan Talaga. Sebanyak 1.257 tempat makan MBG yang telah digunakan oleh siswa-siswi MAN 1 Majalengka dikumpulkan dan dihitung kembali secara cermat. Seluruh proses penarikan wadah makanan ini berlangsung kondusif di bawah pengawasan dan pendampingan langsung dari Wakil Kepala Bidang Humas bersama Guru Piket MAN 1 Majalengka.
Pengawasan penarikan sarana ini dirancang untuk menjaga higienitas, ketertiban administrasi barang, serta memastikan rantai pasok program MBG dapat berputar secara aman dan higienis. Melalui mekanisme penarikan tempat makan yang teratur, mutu kebersihan wadah makanan sebelum dan sesudah pengolahan ulang di dapur gizi SPPG dapat terus terjaga sesuai standar kesehatan.
Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan pentingnya skema pengawasan dan koordinasi berkesinambungan antara pihak madrasah dan pengelola program.
“Proses pengambilan kembali tempat makan MBG sebanyak 1.257 unit ini merupakan bagian dari Prosedur Operasional Standar demi menjaga kebersihan serta ketertiban logistik program. Kami mengapresiasi kedisiplinan Tim SPPG Jatipamor yang secara konsisten dan tepat waktu mengelola sarana ini usai pendistribusian di madrasah,” ujar Wawan.
Lebih lanjut, beliau menegaskan komitmen madrasah untuk selalu siap mendukung kelancaran seluruh tahapan program pemenuhan gizi peserta didik.
“Sinergi yang baik antara MAN 1 Majalengka dan Tim SPPG Yayasan Baitul Malik Insani menjadi kunci utama suksesnya penyaluran asupan bergizi bagi siswa. Pengawasan ketat terus kita lakukan di setiap tahapan, mulai dari kedatangan makanan, proses konsumsi, hingga pengembalian wadah,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak Humas MAN 1 Majalengka akan terus mengagendakan evaluasi berkala bersama tim pengelola dapur gizi SPPG Jatipamor guna memantau efektivitas alur distribusi dan penarikan sarana MBG harian.
Diharapkan program MBG ini bisa terus berjalan secara berkelanjutan dari awal pendistribusian sampai pengembalian tempat MBG, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan siswa serta mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar