Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas XI.4 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda pada Rabu (2/9/2026) dengan materi “Maham Unsur-unsur Carita Pondok Sunda”. Pembelajaran yang dipandu oleh Umyati ini bertujuan meningkatkan pemahaman murid terhadap struktur dan unsur pembangun carpon (carita pondok) sebagai salah satu karya sastra Sunda.
Dalam kegiatan pembelajaran, murid mempelajari berbagai unsur intrinsik yang membangun sebuah carpon, seperti tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Melalui penjelasan materi, diskusi, serta analisis teks, murid diajak memahami keterkaitan antarunsur sehingga mampu mengapresiasi karya sastra Sunda secara lebih mendalam.
Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan komunikatif. Murid antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran, mulai dari mengidentifikasi unsur-unsur carpon hingga menyampaikan hasil analisis bersama teman sekelas. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan memahami bacaan, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan berbahasa Sunda.
Umyati, S.Ag. menyampaikan bahwa pembelajaran sastra daerah memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya lokal.
“Melalui pembelajaran unsur-unsur carpon, saya berharap murid tidak hanya mampu memahami isi sebuah cerita, tetapi juga dapat mengapresiasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Sastra Sunda merupakan warisan yang perlu dipelajari, dijaga, dan dilestarikan oleh generasi muda,” ujar Umyati.
Melalui pembelajaran ini, MAN 2 Majalengka terus berkomitmen menghadirkan proses belajar yang bermakna sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa dan sastra daerah. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi murid untuk terus melestarikan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar