Jatitujuh (KEMENAG) — Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) menggelar briefing dan evaluasi terkait kesuksesan pelaksanaan serta capaian Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan Riset, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Kepala MTsN 7 Majalengka.
Briefing menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan madrasah untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai proses pembinaan peserta didik, sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan riset siswa.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala MTsN 7 Majalengka bersama para Wakamad membahas berbagai aspek yang mendukung keberhasilan siswa dalam mengikuti OMI dan kegiatan riset. Pembahasan mencakup pola pembinaan, kesiapan peserta didik, pendampingan guru, evaluasi hasil yang telah dicapai, serta strategi pengembangan program secara berkelanjutan.
Dedi Priatna menegaskan bahwa keberhasilan dalam OMI dan riset tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari proses pembentukan karakter siswa yang memiliki semangat belajar, berpikir kritis, kreatif, dan mampu menghasilkan karya.
“Kesuksesan OMI dan riset harus kita jadikan momentum untuk membangun budaya prestasi dan budaya riset di madrasah. Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, berpikir kritis, berinovasi, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Dedi Priatna.
Menurutnya, capaian yang telah diraih harus menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pembinaan. Sinergi antara kepala madrasah, Wakamad, guru pembimbing, serta peserta didik menjadi salah satu kunci dalam menciptakan prestasi yang berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kerja keras para guru pembimbing dan siswa. Prestasi yang sudah dicapai jangan berhenti sampai di sini. Justru harus menjadi pijakan untuk menyiapkan program pembinaan yang lebih terarah sehingga MTsN 7 Majalengka semakin kompetitif dan mampu melahirkan siswa-siswa berprestasi,” tambahnya.
Selain membahas evaluasi OMI, briefing juga menempatkan riset sebagai bagian penting dalam pengembangan kompetensi peserta didik. Kemampuan melakukan penelitian diharapkan dapat membiasakan siswa mengamati permasalahan di lingkungan sekitar, mencari informasi, mengolah data, menyusun gagasan, dan menghasilkan solusi berdasarkan proses ilmiah.
Dedi berharap penguatan OMI dan riset dapat berjalan secara berkesinambungan dan menjadi bagian dari budaya akademik di MTsN 7 Majalengka.
“Kita ingin prestasi dan riset menjadi budaya yang tumbuh di madrasah. Dengan pembinaan yang konsisten, kolaborasi yang kuat, dan dukungan seluruh warga madrasah, insyaallah siswa MTsN 7 Majalengka dapat terus berprestasi, baik di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional,” pungkasnya.
Briefing tersebut menjadi langkah strategis MTsN 7 Majalengka dalam memperkuat tata kelola pembinaan prestasi sekaligus mendorong lahirnya generasi madrasah yang unggul, berkarakter, inovatif, dan memiliki kemampuan riset.
Kontributor: Suratman


Komentar