Rajagaluh [KEMENAG] – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka terus berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang menyenangkan bagi seluruh peserta didiknya. Pada Rabu (2/9/2026), ratusan siswa-siswi kembali memadati lapangan utama madrasah untuk mengikuti program Pembiasaan Bilingual yang dikemas dengan tajuk “Belajar Asyik”.
Program peningkatan kecakapan komunikasi ini telah konsisten bergulir selama beberapa pekan terakhir. Menariknya, kegiatan edukatif ini tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu disinergikan dengan rutinitas spiritual pagi. Sebelum mulai mempraktikkan kecakapan berbahasa, seluruh peserta didik terlebih dahulu melangsungkan pembiasaan mengaji bersama dan melaksanakan salat Duha berjemaah.
Tiga Bahasa dalam Atmosfer Menyenangkan
Fokus utama dari pembiasaan pagi ini mencakup penguasaan tiga bahasa pengantar sekaligus, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Di bawah panduan Mr. Ferry, atau yang lebih akrab disapa Mr. Fey, proses transformasi ilmu dikemas dengan metode interaktif yang sangat menyenangkan. Melalui permainan kata, yel-yel, dan praktik percakapan langsung, suasana di lapangan terasa sangat hidup, jauh dari kesan kaku yang biasanya membayangi pelajaran bahasa asing.
Pesan dan Rekomendasi Berlatih
Melihat semangat anak didiknya yang terus memuncak dari minggu ke minggu, Mr. Fey memberikan apresiasi sekaligus rekomendasi agar kemampuan linguistik para siswa berkembang lebih pesat.
“Perkembangan keberanian anak-anak selama beberapa minggu ini sungguh luar biasa. Pesan dari saya, jadikan bahasa ini sebagai alat bermain sehari-hari. Saya sangat merekomendasikan agar kalian berani mempraktikkan kosakata baru, baik saat jam istirahat di sekolah maupun ketika bercengkerama dengan teman di rumah. Jangan dulu takut salah grammar atau tata bahasa, yang paling penting adalah keberanian untuk berbicara dan memecahkan rasa malu,” ujar Mr. Fey dengan gaya santainya yang khas di hadapan para siswa.
Konsistensi pelaksanaan program dwi bahasa yang dipadukan dengan nilai-nilai spiritual ini menjadi bukti nyata komitmen MTsN 12 Majalengka dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Melalui pendekatan belajar yang ramah dan menggembirakan, madrasah tidak hanya berhasil meruntuhkan tembok ketakutan siswa terhadap bahasa asing, tetapi juga sukses menanamkan benih-benih kecerdasan komunikasi global. Dari lapangan sederhana inilah, MTsN 12 Majalengka tengah merintis lahirnya generasi emas yang kelak mampu berdakwah dan menaklukkan dunia melalui kelihaian lisan mereka.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar