Rajagaluh [KEMENAG] – Suasana pagi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka terasa begitu syahdu dan penuh keberkahan pada Jumat (28/8/2026). Ratusan siswa-siswi berkumpul melantunkan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. secara serentak dalam kegiatan Gema Sholawat. Lantunan suara yang menggugah kalbu tersebut terasa semakin semarak dengan iringan tabuhan rebana yang rancak dari Tim Hadroh kebanggaan madrasah.
Kegiatan spiritual yang dipusatkan di lingkungan madrasah ini bukanlah acara yang berdiri sendiri, melainkan puncak dari rangkaian pembiasaan positif Jumat pagi. Sebelum gema selawat dikumandangkan, seluruh peserta didik terlebih dahulu melaksanakan Salat Dhuha berjemaah yang langsung dirangkaikan dengan tradisi mengaji bersama. Kolaborasi ibadah paripurna ini sukses menciptakan atmosfer religius yang menenangkan sebelum para siswa menyelami Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas.
Kekhusyukan lantunan selawat dan harmoni irama hadroh ini tentu tidak lepas dari bimbingan langsung Maesaroh, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku pembina kegiatan. Ia menuturkan bahwa agenda Gema Sholawat ini merupakan langkah strategis madrasah untuk menanamkan rasa cinta (mahabbah) yang mendalam kepada sosok teladan umat, sekaligus mewadahi kreativitas seni islami para siswa.
“Kegiatan Gema Sholawat yang kita laksanakan tepat setelah pembiasaan Salat Dhuha dan ngaji bareng ini adalah bentuk nyata ikhtiar madrasah dalam membentengi akhlak anak-anak. Kami berharap, melalui lantunan selawat yang diiringi oleh ketukan nada Tim Hadroh ini, hati mereka senantiasa damai, karakter islaminya makin terbentuk kokoh, dan kecintaan kepada Rasulullah terus tumbuh subur menangkis pengaruh negatif pergaulan zaman sekarang,” ungkap Maesaroh memberikan pesan mendalam.
Konsistensi MTsN 12 Majalengka dalam merawat tradisi spiritual melalui Gema Sholawat ini patut mendapat apresiasi tinggi. Melalui perpaduan apik antara pembiasaan ibadah sunah, literasi Al-Qur’an, dan pelestarian seni hadroh, madrasah membuktikan komitmennya yang tak hanya berfokus pada transfer ilmu duniawi, tetapi juga pembangunan fondasi moral yang kukuh. Sebuah langkah inspiratif untuk mencetak lulusan paripurna: generasi penerus bangsa yang cerdas secara intelektual, anggun dalam berakhlak, dan senantiasa membumikan selawat di setiap tarikan napas kehidupannya.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar