Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana pembelajaran Bahasa Arab di kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka berlangsung lebih hidup. Siswa tidak hanya menyimak penjelasan guru, tetapi juga melihat tayangan audio visual, mendengarkan pelafalan, lalu mempraktikkan dialog perkenalan secara langsung. Pembelajaran yang berlangsung pada Rabu (12/8/2026) tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kemampuan berbahasa Arab siswa.
Pembelajaran berbasis audio visual menjadi salah satu upaya MAN 3 Majalengka menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif. Materi ta’aruf (perkenalan) dikemas melalui perpaduan suara, gambar, dan praktik sehingga siswa dapat memahami penggunaan kosakata dan ungkapan Bahasa Arab sesuai konteks.
Sejak pembelajaran dimulai, siswa terlihat mengikuti materi dengan antusias. Tayangan audio visual digunakan sebagai stimulus untuk mengenalkan pelafalan dan penggunaan ungkapan sederhana dalam percakapan.

Setelah menyimak materi, siswa diberi kesempatan mempraktikkan dialog secara berpasangan. Mereka saling memperkenalkan diri menggunakan ungkapan Bahasa Arab yang telah dipelajari.
Guru Bahasa Arab MAN 3 Majalengka, Firman Saefatullah, M.Pd., mengatakan penggunaan media audio visual ditujukan untuk membuat pembelajaran lebih mudah dipahami dan tidak monoton.
“Dengan media audio visual, siswa tidak hanya mendengarkan pelafalan yang tepat, tetapi juga melihat konteks penggunaannya. Setelah itu, mereka langsung mempraktikkannya. Dengan cara seperti ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan siswa lebih berani menggunakan Bahasa Arab,” ujar Firman.
Menurutnya, pembelajaran Bahasa Arab membutuhkan pengalaman praktik agar siswa tidak berhenti pada kemampuan menghafal kosakata. Mereka perlu mendengar, memahami, kemudian menggunakan bahasa tersebut dalam situasi sederhana.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mulai mempraktikkan percakapan. Beberapa siswa yang semula masih ragu secara bertahap mulai berani mengucapkan kalimat perkenalan di hadapan teman-temannya.

Metode tersebut sekaligus memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Kesalahan dalam pelafalan atau penyusunan kalimat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang kemudian diperbaiki bersama.
Pembelajaran yang menyenangkan diharapkan dapat mengubah kesan bahwa Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang sulit. Dengan dukungan media yang sesuai, siswa dapat belajar secara lebih aktif sekaligus membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Firman menambahkan bahwa pendekatan audio visual akan terus dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya. Penggunaan media akan disesuaikan dengan materi agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang beragam.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 3 Majalengka menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Tidak sekadar menyampaikan materi, pembelajaran diarahkan agar siswa terlibat aktif, menikmati prosesnya, dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar