Jatitujuh (KEMENAG) — Dalam rangka memperingati Rebo Wekasan yang bertepatan dengan Rabu (12/8/2026) MTsN 7 Majalengka menggelar kegiatan doa dan zikir bersama yang diikuti oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat sebagai ikhtiar bersama untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memanjatkan doa demi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga madrasah.
Kegiatan doa dan zikir bersama dipimpin oleh Pembina Keagamaan MTsN 7 Majalengka, Ahmad Syukron, S.Pd.I. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Suasana religius semakin terasa ketika lantunan zikir dan doa dipanjatkan secara bersama-sama.
Ahmad Syukron, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh warga madrasah untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah Swt. serta melakukan introspeksi diri.
“Rebo Wekasan hendaknya kita maknai sebagai momentum untuk memperbanyak doa, zikir, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengingatkan kita agar senantiasa bersyukur, memohon perlindungan, serta memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ahmad Syukron.
Menurutnya, keterlibatan seluruh murid dan guru dalam kegiatan keagamaan di madrasah memiliki nilai penting dalam membangun karakter peserta didik. Pendidikan di madrasah, kata dia, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas.
“Kami berharap doa dan zikir bersama ini dapat memberikan penguatan spiritual kepada murid. Mereka tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti doa dan zikir bersama merupakan bagian penting dalam membangun budaya madrasah yang religius, disiplin, dan berkarakter.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan doa dan zikir bersama ini. Selain sebagai bentuk ikhtiar spiritual, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar MTsN 7 Majalengka. Kami ingin membangun suasana madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan kepedulian,” ujar Dedi Priatna.
Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter murid harus dilakukan secara konsisten melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan madrasah. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi landasan bagi murid dalam bersikap, belajar, bergaul, dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas. Harus ada keteladanan dan pembiasaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap murid semakin memahami pentingnya berdoa, bersyukur, menjaga akhlak, serta membangun kepedulian dan kebersamaan,” tuturnya.
Pelaksanaan doa dan zikir bersama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MTsN 7 Majalengka dalam menumbuhkan budaya religius di lingkungan madrasah. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib hingga selesai.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan nilai spiritual bagi seluruh warga madrasah serta menjadi momentum untuk terus membangun MTsN 7 Majalengka sebagai madrasah yang disiplin, berakhlak mulia, dan berprestasi.
Kontributor: Suratman


Komentar