Berita Daerah MAN

Khatib di MAN 3 Majalengka Ajak Siswa Jadikan Salat sebagai Latihan Kedisiplinan

Jatiwangi (KEMENAG) — Menjaga salat lima waktu bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan Guru Bahasa Arab MAN 3 Majalengka, Deni Hilman Abdillah, M.Pd., saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al Azfar, Jumat (7/8/2026).

Khutbah tersebut disampaikan di hadapan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik MAN 3 Majalengka yang mengikuti salat Jumat berjemaah.

Deni yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala MAN 3 Majalengka Bidang Sarana dan Prasarana mengingatkan para siswa agar tidak memandang salat hanya sebagai rutinitas ibadah.

Menurutnya, salat harus mampu memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

“Salat adalah tiang agama dan benteng dari perbuatan keji dan mungkar. Sebagai generasi muda Islam, para siswa diharapkan tidak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar menjaga kedisiplinan salat dan tidak meninggalkannya dalam kondisi apa pun,” ujar Deni dalam khutbahnya.

Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Karya Kreatif, Siswa Kelas 7A MTsN 2 Majalengka Hasilkan Vas dan Tempat Alat Tulis

Ia menjelaskan, konsistensi dalam menjalankan salat dapat menjadi latihan untuk membangun kedisiplinan. Kebiasaan tersebut diharapkan terbawa dalam aktivitas belajar, menjaga tanggung jawab, dan menjalankan berbagai tugas di lingkungan madrasah.

Pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan pendidikan di MAN 3 Majalengka. Pembinaan keagamaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran Islam, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang tercermin dalam perilaku.

Hal itu sejalan dengan visi MAN 3 Majalengka, yaitu “Terwujudnya individu yang berperilaku islami, berjiwa mandiri, dan berprestasi.”

Perilaku islami menjadi landasan dalam menjalani kehidupan. Kemandirian dibangun melalui kedisiplinan dan tanggung jawab, sedangkan prestasi menjadi bagian dari ikhtiar siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Pelaksanaan salat Jumat berjemaah menjadi salah satu bentuk pembiasaan keagamaan yang terus dijaga di lingkungan madrasah.

Menjelang Peringatan Maulid Nabi 1448 H, OSIS MTsN 10 Majalengka Gelar Persiapan Matang

Selain menjadi kewajiban bagi umat Islam, salat Jumat juga menjadi ruang pembinaan spiritual bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan penguatan nilai keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

MAN 3 Majalengka berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan keagamaan sebagai bagian integral dari proses pendidikan. Pembiasaan ibadah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi kesadaran yang melekat dalam diri peserta didik.

Dengan demikian, pendidikan di madrasah tidak hanya melahirkan siswa yang mampu berprestasi, tetapi juga pribadi yang memiliki keteguhan spiritual, kedisiplinan, kemandirian, dan akhlak yang baik.

Kontributor : Firman Saefatullah

Kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 10 Majalengka Ajak Siswa Meneladani Pendiri Bangsa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *