Berita Daerah MAN

Dari Dapur Kelas hingga Ide Usaha, Siswa Tata Boga MAN 3 Majalengka Asah Kreativitas Lewat Appetizer

Jatiwangi (KEMENAG) — Aroma masakan memenuhi ruang praktik Tata Boga MAN 3 Majalengka, Jumat (7/8/2026). Di tengah kesibukan mengolah bahan, para siswa kelas XI Program Keterampilan Tata Boga terlihat serius menyiapkan beragam appetizer atau hidangan pembuka.

Bagi para siswa, kegiatan tersebut bukan sekadar praktik memasak. Dapur menjadi ruang belajar untuk menguji ketelitian, kreativitas, kerja sama, sekaligus kemampuan menghasilkan sajian yang memiliki nilai jual.

Sejak awal kegiatan, Guru Pengampu Keterampilan Tata Boga MAN 3 Majalengka, Sri Budiyanti, S.Pd., memberikan pengarahan mengenai menu yang akan dibuat.

Siswa tidak hanya dikenalkan pada resep. Mereka juga mempelajari teknik pengolahan bahan, kebersihan dapur, keselamatan kerja, hingga cara menyajikan makanan agar menarik secara visual.

Setelah pengarahan selesai, suasana dapur berubah semakin dinamis. Para siswa mulai menyiapkan bahan, mengolahnya sesuai teknik, hingga menyusun hidangan di atas piring.

Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Karya Kreatif, Siswa Kelas 7A MTsN 2 Majalengka Hasilkan Vas dan Tempat Alat Tulis

Tahap persiapan bahan atau mise en place menjadi salah satu bagian penting dalam praktik tersebut. Setiap kelompok harus memastikan bahan dan peralatan telah tersedia sebelum proses pengolahan dimulai.

Keterampilan semakin terlihat ketika siswa memasuki tahap plating. Mereka ditantang untuk tidak hanya membuat makanan terasa enak, tetapi juga menjadikannya menarik ketika disajikan.

Di sinilah kreativitas siswa mendapatkan ruang. Penataan makanan, perpaduan warna, komposisi bahan, hingga kebersihan piring menjadi bagian dari penilaian.

Sri Budiyanti mengatakan, praktik appetizer diarahkan untuk membangun keterampilan vokasional yang dapat diterapkan siswa di luar lingkungan madrasah.

“Melalui praktik pembuatan appetizer ini, kami ingin menumbuhkan kreativitas dan ketelitian siswa. Keterampilan plating dan kombinasi rasa yang tepat menjadi modal penting bagi mereka, baik untuk berwirausaha maupun melanjutkan karier di bidang kuliner,” ujar Sri saat mendampingi kegiatan.

Menjelang Peringatan Maulid Nabi 1448 H, OSIS MTsN 10 Majalengka Gelar Persiapan Matang

Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Siswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah bahan mentah diolah menjadi produk makanan yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

Hasil praktik tersebut selanjutnya tidak hanya menjadi bahan evaluasi pembelajaran. Beragam sajian karya siswa juga diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan pameran kewirausahaan madrasah.

Dengan demikian, dapur Tata Boga tidak berhenti sebagai tempat praktik. Ruang tersebut menjadi laboratorium kreativitas yang mempertemukan pengetahuan, keterampilan, dan peluang usaha.

Pembelajaran semacam ini sejalan dengan visi MAN 3 Majalengka, yaitu “Terwujudnya individu yang berperilaku islami, berjiwa mandiri dan berprestasi.”

Nilai kemandirian diterjemahkan melalui keterampilan yang dapat digunakan siswa untuk menciptakan peluang. Kreativitas diasah melalui proses menghasilkan produk, sedangkan prestasi dibangun dari kesungguhan dalam mengembangkan kompetensi.

Kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 10 Majalengka Ajak Siswa Meneladani Pendiri Bangsa

Melalui Program Keterampilan Tata Boga, MAN 3 Majalengka berupaya memastikan pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori.

Dari dapur sekolah, siswa belajar bahwa sebuah hidangan bukan hanya soal rasa. Di balik sepiring appetizer, ada proses perencanaan, ketelitian, kreativitas, kerja sama, dan keberanian untuk menciptakan sesuatu yang bernilai.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk melangkah lebih jauh, baik melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun merintis usaha kuliner secara mandiri.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *