Majalengka (KEMENAG) — Sivitas akademika Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka menghadirkan nuansa berbeda dalam pelaksanaan Upacara Bendera mingguan dengan menggunakan pengantar bahasa Arab secara penuh pada Senin (10/08/2026). Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melatih kedisiplinan, mengasah mental tampil di depan publik, serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa internasional.
Rangkaian upacara yang berlangsung khidmat di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, dan pimpinan madrasah. Pada kesempatan ini, siswa-siswi kelas 9C bertugas secara mandiri dan fasih memimpin jalannya upacara dalam bahasa Arab. Berindak sebagai Pembina Upacara, Ida Udaedah, S.H.I., memberikan amanat inspiratif yang membakar semangat belajar para siswa.
Dalam amanatnya yang disampaikan secara dwibahasa (Arab dan terjemahan Indonesia), Ida Udaedah mengupas enam syarat mutlak menuntut ilmu berdasarkan Kitab Ta’lim Muta’allim karya Syekh Imam Burhanuddin Az-Zarnuji, yakni kecerdasan (dzaka’), ketekunan (hirsh), kesabaran (isthibar), pengorbanan biaya (bulghah), bimbingan guru (irsyadul ustadz), dan waktu yang lama (thuluz zaman).
“Dalam proses belajar, kesabaran dan ketekunan adalah kunci. Apabila kalian belum paham, jangan cepat putus asa. Sertai ikhtiar kalian dengan doa, memohon kepada Allah agar dibukakan pintu pemahaman, karena ilmu adalah hiasan bagi mereka yang memilikinya,” tutur Ida memotivasi para siswa.
Lebih lanjut, Ida menekankan pentingnya menghormati guru dan memahami bahwa menuntut ilmu adalah proses sepanjang hayat yang membutuhkan keteguhan hati.
“Dulu saya sempat berpikir, mungkinkah ada pembelajaran tanpa guru? Ternyata, peran guru tidak hanya mengajar, tetapi yang paling utama adalah mendoakan murid-muridnya. Doa dari guru inilah yang mendatangkan keberkahan atau ziyādatul khair, yang akan membuat ilmu kalian bermanfaat di dunia dan akhirat,” ungkapnya penuh kehangatan.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah berkomitmen untuk terus merawat konsistensi terobosan edukatif ini guna memantau perkembangan literasi bahasa asing serta rasa percaya diri peserta didik.
Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan tata kelola pembelajaran berbasis madrasah.
editor: D.Win


Komentar