Berita Daerah Kisah Teladan

Tak Hanya Memimpin Madrasah, Kepala MTsN 7 Majalengka Aktif Mengabdi di Tengah Masyarakat

Jatitujuh (KEMENAG) — Mengisi waktu libur sekolah dengan tetap aktif di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si. Pada alhir pekan maupun hari libur nasional, ia tetap meluangkan waktu untuk bersosialisasi sekaligus berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Dedi Priatna merupakan warga Desa Gandasari, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Di lingkungan masyarakat, ia dipercaya sebagai Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Baiturrohim sekaligus terlibat aktif dalam kepanitiaan pembangunan masjid. Sebelumnya, Dedi juga pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Gandasari.

Saat ini, Masjid Jami Baiturrohim Desa Gandasari tengah menjalani rehabilitasi total. Bangunan masjid yang sebelumnya hanya terdiri atas satu lantai kini dikembangkan menjadi dua lantai. Pembangunan tersebut mulai dilaksanakan pada 30 Mei 2026 dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Hingga Minggu, 9 Agustus 2026, proses pembangunan telah berlangsung lebih dari dua bulan dan masih terus berjalan. Sejumlah pekerja tampak beraktivitas menyelesaikan berbagai bagian konstruksi bangunan. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat Desa Gandasari untuk menghadirkan sarana ibadah yang lebih representatif, nyaman, dan mampu menunjang berbagai kegiatan keagamaan serta sosial masyarakat.

Di tengah kesibukannya sebagai kepala madrasah, Dedi memandang keterlibatan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan bukan sekadar aktivitas di luar tugas kedinasan. Baginya, kehadiran seorang kepala madrasah di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus implementasi kompetensi yang harus dimiliki seorang pemimpin lembaga pendidikan.

Usai Salat Magrib, Santri PP Baitul Ilmi MTsN 11 Majalengka Ikuti Pengajian Tajwid

“Keterlibatan saya dalam bersosialisasi di masyarakat, khususnya saat ini ketika sedang ada pembangunan sarana keagamaan, kalau dikaitkan dengan jabatan saya sebagai kepala madrasah, merupakan perwujudan atau implementasi dari salah satu kompetensi kepala madrasah, yaitu kompetensi sosial,” ungkap Dedi.

Menurutnya, kepala madrasah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam mengelola lembaga pendidikan, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi, menjalin kerja sama, serta menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat di lingkungan sekitar.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, kepala sekolah/madrasah dituntut memiliki lima kompetensi, yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Ketentuan mengenai kepala madrasah juga diperkuat melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 58 Tahun 2017 tentang Kepala Madrasah.

“Kompetensi sosial tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata. Kepala madrasah harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Keterlibatan Dedi dalam pembangunan Masjid Jami Baiturrohim menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara kepemimpinan di lembaga pendidikan dan kehidupan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat memberikan pembelajaran berharga tentang kepemimpinan, gotong royong, komunikasi, tanggung jawab, serta semangat pengabdian.

Workshop Guru BK Hebat, Guru BK MTsN 7 Majalengka Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme

Ia menilai, seorang pemimpin akan semakin memahami arti kebersamaan ketika mampu hadir dan terlibat langsung dalam persoalan serta kebutuhan masyarakat. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan upaya membangun karakter peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.

Dedi berharap pembangunan Masjid Jami Baiturrohim dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat Desa Gandasari.

“Semoga pembangunan ini mendapatkan kemudahan, kelancaran, dan dukungan dari seluruh masyarakat serta para donatur. Mudah-mudahan masjid ini nantinya dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” pungkas Dedi.

Kehadiran Dedi di tengah masyarakat menjadi gambaran bahwa tugas seorang kepala madrasah tidak berhenti di lingkungan sekolah. Kepemimpinan juga dapat diwujudkan melalui keteladanan, kepedulian, komunikasi, dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Kontributor: Suratman

Hadiri HAORNAS XLIII, Kakan Kemenag Majalengka: Olahraga Investasi Membangun Generasi Sehat dan Berkarakter

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *