Berita Daerah KUA
Beranda » Berita » Perkuat Keilmuan Ulama, MUI Jatiwangi dan KUA Gelar Bedah Kitab Bidayatul Mujtahid

Perkuat Keilmuan Ulama, MUI Jatiwangi dan KUA Gelar Bedah Kitab Bidayatul Mujtahid

Jatiwangi (KEMENAG) — Guna memperkuat wawasan keislaman dan meningkatkan kapasitas keilmuan para tokoh agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Jatiwangi bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiwangi menggelar Kajian Bedah Kitab Bidayatul Mujtahid. Kegiatan keagamaan yang bersinergi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) ini berlangsung khidmat di Gedung Jatiwangi Art Factory (JAF) pada Rabu (1/7/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MUI tingkat kecamatan hingga tingkat desa se-Kecamatan Jatiwangi, para penyuluh agama, serta pimpinan instansi lintas sektoral. Kajian ini difokuskan pada pendalaman literasi fiqih perbandingan mazhab agar para ulama dan pimpinan umat mampu merespons berbagai dinamika hukum Islam secara bijaksana, moderat, dan komprehensif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua MUI Kecamatan Jatiwangi, K.H. Zam Zami Chasan. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya merawat tradisi keilmuan Islam klasik sebagai benteng moral dan spiritual di era modern.

“Di tengah derasnya arus modernisasi dan keterbukaan informasi, tradisi kajian keilmuan seperti ini harus terus kita hidupkan. Memahami fiqih perbandingan mazhab bukan untuk mencari perbedaan, melainkan untuk melatih kedewasaan kita dalam beragama dan menjaga keharmonisan umat,” tegas Zam Zami.

Sinergi dan dukungan penuh juga disampaikan oleh jajaran Forkopimcam dan Kementerian Agama. Kapolsek Jatiwangi, AKP Rudy Djunardi M, S.H., M.H., CPHR., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ulama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

MAN 1 Majalengka Perkuat Disiplin Lewat Pembinaan Kerapian dan Kebersihan Siswa

“Sinergi antara ulama dan umara adalah kunci utama terciptanya kondusivitas di wilayah Jatiwangi. Kami sangat mendukung kajian keilmuan ini karena pemahaman agama yang sejuk dan moderat dari para tokoh agama akan berdampak langsung pada terciptanya ketenteraman di tengah masyarakat,” tutur Rudy.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Jatiwangi, yang diwakili Penyuluh Agama Islam KH. Tarmidzi, S.Sos., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi lintas sektoral ini. Beliau menilai kajian kitab karya Ibnu Rusyd tersebut memiliki nilai strategis dalam menyelaraskan pandangan keagamaan.

“Kajian bedah kitab ini merupakan langkah strategis dalam menyamakan persepsi hukum Islam dan mempererat sinergi antara ulama dan umara. Pemahaman yang komprehensif terhadap fiqih akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi para tokoh agama dalam memberikan bimbingan keagamaan yang menyejukkan di Jatiwangi,” ujar Tarmidzi.

Dukungan serupa diutarakan oleh Camat Jatiwangi, Bapak Ade Anung Ilyaharja, A.Md. LLAJ, S.Sos., M.Si. Beliau mengapresiasi keaktifan lembaga keagamaan yang terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keagamaan.

“Pemerintah Kecamatan Jatiwangi sangat mengapresiasi inisiatif MUI dan KUA. Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Ulama yang cerdas dan berwawasan luas akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina warga Jatiwangi yang religius dan toleran,” ungkap Ade.

Tingkatkan Sportivitas dan Kerjasama Tim, Ekstrakurikuler Bola Voli MAN 3 Majalengka Rutinkan Berlatih

Memasuki agenda inti, kajian bedah kitab Bidayatul Mujtahid dipimpin dan dipandu secara langsung oleh jajaran Dewan Fatwa MUI Kecamatan Jatiwangi. Para peserta diajak berdiskusi interaktif serta membedah metodologi dan argumentasi para ulama klasik dalam menetapkan hukum Islam, yang dinilai sangat kontekstual untuk diterapkan dalam pembinaan umat saat ini.

Sebagai langkah berkelanjutan, kegiatan ini direncanakan akan digelar secara berkesinambungan sebagai agenda rutin guna menjaga kualitas wawasan para pengurus MUI dan Penyuluh Agama Islam di lapangan. Rangkaian majelis ilmu ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dilantunkan secara khusyuk oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatiwangi, Aep Jaenudin, S.Sos.

Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan sinergi lintas sektoral ini, kajian Bidayatul Mujtahid diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan keagamaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, cerdas secara spiritual, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.

Kontributor: Hafiez Aliem

Demo Ekstrakurikuler Semarakkan MATAMUDA MTsN 10 Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *