Talaga (KEMENAG) — Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, sebanyak 33 siswa kelas XI-5 MAN 1 Majalengka melaksanakan kegiatan menjenguk teman sekelasnya, Jujun Muhamad Ridwan, yang sedang terbaring sakit di kediamannya pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja wali kelas ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, mempererat tali persaudaraan, serta membangun karakter peserta didik yang peka dan peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Para siswa berkumpul memberikan dukungan moral, menyampaikan doa bersama, serta mengobarkan semangat agar teman mereka dapat segera pulih dan kembali mengikuti aktivitas pembelajaran di madrasah.
Guru Geografi MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian integral dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan secara nyata kepada para siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan solidaritas kepada para siswa. Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap anak-anak memahami pentingnya saling membantu, saling menguatkan, dan hadir bagi teman yang sedang mengalami kesulitan,” ungkap Muhammad Rivki Pratama.
Sementara itu, perwakilan siswa kelas XI-5, Fahri Nugraha, mengungkapkan bahwa momen tersebut menjadi ajang untuk menunjukkan perhatian tulus kepada sahabat mereka.
“Kami datang untuk memberikan semangat dan mendoakan agar Jujun segera sembuh. Bagi kami, teman bukan hanya seseorang yang belajar bersama di sekolah, tetapi juga keluarga yang harus saling peduli ketika ada yang sedang sakit atau mengalami kesulitan. Semoga Jujun segera pulih dan bisa kembali belajar bersama kami,” ujar Fahri.
Melalui penerapan program wali kelas ini, para siswa diajak mempraktikkan langsung nilai-nilai kemanusiaan guna membangun lingkungan belajar yang harmonis, saling menghargai, dan saling mendukung. Langkah nyata ini diharapkan mampu membentuk pribadi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, melainkan juga berakhlak mulia serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Sebagai tindak lanjut, program-program pembentukan karakter berbasis kepedulian sosial ini akan terus dibiasakan dan dilestarikan di lingkungan madrasah. Diharapkan kegiatan ini menjadi budaya positif yang senantiasa menumbuhkan generasi muda berkarakter, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan humanis di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar