Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas X.8 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda dengan fokus materi istilah pancakaki pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan pembelajaran yang dibimbing langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd., ini digelar sebagai upaya memperkuat pemahaman siswa terhadap silsilah keluarga dan kearifan lokal.
Dalam pembelajaran tersebut, para murid mempelajari istilah pancakaki yang digunakan dalam masyarakat Sunda untuk menentukan struktur dan hubungan kekerabatan. Materi disampaikan secara komprehensif untuk membantu murid memahami berbagai sebutan silsilah keluarga—mulai dari hubungan garis lurus ke atas, ke bawah, hingga hubungan ke samping—serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, para murid diajak aktif berdiskusi dan mengidentifikasi sebutan kekerabatan dalam silsilah keluarga masing-masing. Melalui pendekatan interaktif ini, murid tidak hanya memperkaya kosakata bahasa daerah, tetapi juga diajak memahami nilai kesantunan serta etika tutur kata yang terkandung dalam budaya Sunda.
Reni Tania Nurmala menegaskan bahwa pemahaman istilah pancakaki memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah di tengah arus modernisasi.
“Melalui pembelajaran materi pancakaki ini, murid tidak hanya mengenal istilah kekerabatan dalam bahasa Sunda, tetapi juga dapat memahami nilai-nilai budaya yang masih hidup dan berkembang dalam masyarakat,” ujar Reni.
Melalui kegiatan pembelajaran ini, para murid diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berbahasa Sunda secara santun dan benar, sekaligus menumbuhkan rasa bangga serta kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal sejak dini.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar