Berita Daerah

Upacara Senin Pagi, Pembina Ingatkan Pentingnya Menjaga Persatuan Melalui Sejarah G30S/PKI

Lemahsugih (KEMENAG) — Suasana khidmat menyelimuti halaman Sekolah MTsN 9 Majalengka pada pelaksanaan upacara bendera hari Senin pagi (28/09/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta staf Tata Usaha (TU) ini berlangsung tertib dengan jajaran pengurus OSIS bertugas sebagai pelaksana upacara.

Mengawali amanatnya, Pembina Keagamaan MTsN 9 Majalengka, H. Nana Sumarna, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada para petugas upacara yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Dalam kesempatan tersebut, Nana mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang kembali peristiwa besar dan bersejarah, yaitu Gerakan 30 September (G30S/PKI). Tragedi penculikan dan pembunuhan para perwira tinggi militer yang terjadi pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 tersebut dinilainya sebagai catatan kelam yang menorehkan luka mendalam bagi bangsa Indonesia.

“Kita sebagai warga negara Indonesia jangan sampai melupakan sejarah penting ini. G30S/PKI menjadi bukti nyata betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mengikis potensi konflik maupun perpecahan,” tegas Nana di hadapan para peserta upacara.

Ia menambahkan, tragedi masa lalu itu harus dijadikan pelajaran berharga mengenai pentingnya menjunjung tinggi toleransi, membuka ruang dialog, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan. Hal ini dinilai krusial agar tragedi serupa tidak terulang kembali demi mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Melalui momentum pencerahan sejarah ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan sekolah. Para siswa diimbau untuk tidak menjadikan perbedaan pendapat maupun latar belakang di dalam kelas sebagai pemicu perpecahan antarteman, melainkan membina rasa persaudaraan dan toleransi yang tinggi.

Kontributor: Diding Saripudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *