Rajagaluh (KEMENAG) – Murid kelas X-9 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi alih wahana teks anekdot menjadi bentuk komik visual pada Senin (19/10/2026). Kegiatan pembelajaran kreatif yang berlangsung di ruang kelas tersebut dipandu langsung oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Dra. Ema Halimaturrosyidah.
Dalam tugas berbasis karya tersebut, para murid mengadaptasi naskah anekdot menjadi rangkaian ilustrasi gambar yang dilengkapi dengan balon dialog. Proses kreatif ini menuntut para murid untuk memperhatikan alur cerita, karakterisasi tokoh, serta ketepatan penyampaian unsur humor dan kritik sosial yang menjadi pilar utama dari teks anekdot.
Penyusunan ilustrasi serta percakapan dirancang sedemikian rupa agar setiap adegan memiliki korelasi yang padu. Dialog yang disusun para murid tidak hanya berfungsi menggambarkan karakter tokoh secara mendalam, tetapi juga memperkuat pesan moral serta sindiran konstruktif yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui media visual.
Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Dra. Ema Halimaturrosyidah, menjelaskan bahwa metode pembuatan komik ini sangat efektif untuk mengasah pemahaman materi literasi sastra serta daya kritis para murid. Menurutnya, alih wahana media membantu murid menyerap esensi cerita secara lebih utuh dan mendalam.
“Melalui pengubahan teks anekdot menjadi komik, murid dilatih untuk memahami pesan tersirat dalam cerita sekaligus mengekspresikannya secara visual. Cara ini membuat pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih interaktif dan menyenangkan,” ujar Ema saat memberikan arahan dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
Melalui penugasan alih wahana ini, para murid diharapkan tidak hanya mampu memahami karakteristik dan struktur teks anekdot secara komprehensif, tetapi juga terampil dalam menyajikannya kembali ke dalam media visual yang kreatif, adaptif, serta komunikatif.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar