Majalengka ( KEMENAG) Kesan bahwa pernikahan harus selalu dirayakan dengan pesta mewah tampaknya mulai bergeser di kalangan generasi muda. Konsep intimate wedding atau pernikahan intim yang sederhana namun sarat makna kini kian diminati. Hal ini dibuktikan oleh pasangan muda, Dimas Julinto dan Cucu Humaeroh, yang secara sengaja memilih melaksanakan akad nikah langsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Majalengka pada Senin (28/9/2026).
Mempelai pria, Dimas Julinto, merupakan warga dari Kecamatan Lemahsugih, sedangkan sang mempelai wanita, Cucu Humaeroh, berasal dari Kelurahan Tarikolot. Prosesi sakral yang hanya dihadiri oleh keluarga inti ini dipimpin dan dinikahkan langsung oleh Kepala KUA Majalengka, Agus Susanto, M.Ag.
Meski digelar di ruang pelayanan kantor, suasana khidmat, hangat, dan penuh haru tetap menyelimuti ruangan saat kedua mempelai mengucapkan janji suci. Selepas ijab kabul dinyatakan sah, raut kebahagiaan terpancar jelas saat pasangan tersebut menunjukkan buku nikah mereka ke arah kamera.
Ditemui seusai prosesi akad, Dimas Julinto mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengusung konsep pernikahan intim di kantor KUA merupakan kesepakatan bersama demi efisiensi jangka panjang.
“Kami memang sengaja memilih nikah di kantor karena suasananya bisa lebih intim bersama keluarga, selain itu prosesnya jauh lebih praktis dan juga hemat. Kalau ada kelebihan dana dari tabungan nikah, uangnya bisa kami alokasikan untuk hal lain yang lebih penting setelah sah menjadi suami istri, seperti modal usaha atau tabungan rumah tangga,” ujar Dimas sembari tersenyum.
Kepala KUA Majalengka, Agus Susanto, turut memberikan apresiasi tinggi atas pilihan pasangan muda ini. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas nikah di kantor KUA kini semakin baik dan mulai dipandang sebagai tren yang positif.
Selain prosesnya yang dinilai lebih efisien, pelaksanaan nikah di kantor pada hari dan jam kerja juga sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Langkah ini menjadi alternatif cerdas bagi generasi muda yang ingin memprioritaskan legalitas hukum dan kesakralan pernikahan tanpa harus terbebani oleh tingginya biaya resepsi besar.
Kontributor : Iman Abdulrahman


Komentar
Selamat Berbahagia