Rajagaluh (KEMENAG) — Puluhan murid kelas XI.6 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Ekonomi interaktif materi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Jumat (2/10/2026). Pembelajaran yang dibimbing oleh Firda Maulida Sudrajat, S.Pd. tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai konsep ketenagakerjaan sekaligus kemampuan mengolah data secara matematis.
TPAK sendiri merupakan indikator kunci yang mengukur proporsi penduduk usia kerja yang aktif dalam angkatan kerja, mencakup kelompok penduduk yang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan (pengangguran). Dalam sesi tersebut, para siswa dilatih menghitung TPAK menggunakan rumus baku:
TPAK = (Jumlah Angkatan Kerja ÷ Jumlah Penduduk Usia Kerja) × 100%
Melalui formulasi tersebut, siswa diajak memahami bahwa makin tinggi persentase TPAK, makin besar pula partisipasi penduduk usia kerja dalam pasar kerja suatu wilayah. Data ini sangat krusial sebagai bahan pertimbangan dalam membaca dinamika dan karakteristik perekonomian daerah.
Selama proses latihan, siswa dibimbing secara sistematis mulai dari memilah data, menentukan variabel angkatan kerja dan usia kerja, hingga memasukkan angka ke dalam rumus secara presisi. Guru pengampu, Firda Maulida Sudrajat, menegaskan pentingnya penguasaan materi ini agar siswa tidak sekadar menghafal teori.
“Murid perlu memahami bahwa TPAK bukan sekadar rumus. Melalui perhitungan TPAK, mereka belajar membaca data ketenagakerjaan dan memahami bagaimana angka tersebut dapat menggambarkan keterlibatan penduduk usia kerja dalam angkatan kerja,” ujar Firda.
Ia juga menekankan bahwa ketelitian merupakan aspek utama dalam mengolah data kuantitatif ekonomi.
“Saya berharap murid terbiasa membaca data dengan teliti sebelum melakukan perhitungan. Dengan memahami konsep dan langkahnya, mereka akan lebih mudah menganalisis berbagai data ekonomi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Pembelajaran Ekonomi ini menjadi bagian nyata dari penguatan kemampuan numerasi dan literasi ekonomi peserta didik di MAN 2 Majalengka, sehingga mereka tidak hanya mampu berhitung secara tepat tetapi juga sanggup menginterpretasikan hasilnya secara logis.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar