Talaga (KEMENAG) — Guna membekali peserta didik dengan kecakapan berbahasa asing serta keterampilan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman, MAN 1 Majalengka mengintegrasikan media modern dalam pembelajaran. Kegiatan pembelajaran materi Narrative Text berbasis Digital Narrative tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas XII-3 MAN 1 Majalengka, Jumat (18/9/2026).
Rangkaian kegiatan pembelajaran diawali sejak jam pelajaran Bahasa Inggris dimulai. Di bawah bimbingan guru mata pelajaran, Nur Hayati Hidayat, M.Pd., sebanyak 32 siswa-siswi Kelas XII-3 membedah struktur dan unsur kebahasaan Narrative Text. Selanjutnya, para peserta didik diarahkan untuk menyajikan serta mempresentasikannya mengombinasikan perangkat lunak dan media visual digital. Pendekatan ini dirancang agar proses belajar materi teks naratif tidak sekadar berfokus pada teori hafalan, melainkan mengasah soft skill kreatif peserta didik secara langsung.

Penyelenggaraan inovasi pembelajaran ini menerapkan prinsip Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan peserta didik secara lebih humanis namun tetap adaptif terhadap kemajuan era digital. Melalui kolaborasi antara penguasaan literasi Bahasa Inggris dan pemanfaatan teknologi informasi, para siswa dibina agar memiliki keberanian berkomunikasi di depan umum serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris MAN 1 Majalengka, Nur Hayati Hidayat, M.Pd., menjelaskan bahwa penerapan Digital Narrative bertujuan memperkuat kecakapan digital siswa di era modern.
“Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di kelas XII menjadikan siswa lebih humanis tetapi tetap adaptif dengan kemajuan zaman. Pembelajaran Narrative Text yang dikolaborasikan dengan Digital Narrative ini memotivasi saya untuk memperkenalkan Bahasa Inggris secara inovatif agar siswa memiliki soft skill yang kekinian,” ujar Nur Hayati.

Lebih lanjut, beliau berharap agar penguasaan teknologi berbasis bahasa asing ini dapat menjadi bekal masa depan yang kokoh bagi para lulusan.
“Kolaborasi antara presentasi Bahasa Inggris dan teknologi digital ini diharapkan mampu membekali siswa dengan rasa percaya diri yang tinggi, sehingga mereka siap menghadapi berbagai tantangan baik di jenjang perkuliahan maupun di dunia kerja dan kewirausahaan kelak,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik Bahasa Inggris MAN 1 Majalengka akan mengembangkan portofolio karya narasi digital siswa menjadi pustaka media pembelajaran interaktif yang dapat diakses oleh seluruh warga madrasah.
Melalui penerapan model pembelajaran digital yang interaktif ini, diharapkan dapat memotivasi dan meningkatkan keterampilan berbahasa serta literasi teknologi peserta didik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar