Leuwimunding (Kemenag) — Memanfaatkan agenda rutin olah raga bersama di hari Jumat minggu ketiga, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Majalengka menggelar kegiatan Sosialisasi Senam Saehat bagi seluruh siswa dan guru. Kegiatan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di halaman utama madrasah pada Jumat (18/09/2026).
Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) MTsN 1 Majalengka, Ade Arief Sugiharto, S.Ag. Sosialisasi ini dilaksanakan sehari setelah dirinya mendapatkan pembekalan dan sosialisasi Senam Saehat bagi guru PJOK madrasah se-Kabupaten Majalengka di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka.
Senam Saehat merupakan senam khas warga Kabupaten Majalengka yang diiringi musik dan lagu tentang keindahan serta kebanggaan Kota Majalengka. Gerakan-gerakan dalam senam ini dirancang untuk menjaga kebugaran jasmani sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air dan daerah.
Meskipun gerakan senam ini baru pertama kali diperkenalkan dan masih terasa asing bagi sebagian siswa serta guru, seluruh warga madrasah tampak sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan oleh narasumber.
Dalam kesempatannya, Guru PJOK MTsN 1 Majalengka, Ade Arief, menyampaikan pentingnya mengenalkan dan membudayakan Senam Saehat di lingkungan madrasah.
“Meskipun gerakannya masih terasa asing karena baru pertama kali dilaksanakan, kami optimistis ke depannya para siswa dan guru akan makin terbiasa dan lancar. Sebagai warga Majalengka, kita harus bangga memiliki gerakan senam khas daerah sendiri. Selain menjaga kesehatan fisik, senam ini menjadi wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Majalengka,” ujar Ade.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, senam Saehat direncanakan akan rutin diintegrasikan ke dalam kegiatan olah raga madrasah agar senam khas daerah ini semakin dikenal luas dan dibudayakan oleh segenap Civitas Akademika.
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kebugaran jasmani serta semangat belajar para siswa, tetapi juga mempererat kebersamaan seluruh warga madrasah. Kesehatan dan semangat yang prima diharapkan mampu memicu peningkatan kinerja guru dan prestasi siswa, sehingga berdampak positif terhadap kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Kontributor: Pipit Laila Fitri


Komentar