Sindang (KEMENAG) – Yayasan Irsyadul Mubtadiin sukses menyelenggarakan perhelatan akbar Khotmil Qur’an kelas IV Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) serta Imtihan untuk tingkat Raudhatul Athfal (RA), Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), dan DTA. Acara yang menjadi agenda tahunan ini berlangsung khidmat di Blok Sabtu, RT 002/RW 001, Desa Indrakila, Kecamatan Sindang, pada Sabtu (20/06/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 29 santri yang berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an ini diawali dengan pawai taaruf pada pukul 13.00 WIB. Iring-iringan santriwan dan santriwati yang dimeriahkan oleh alunan musik dari marching band Gita Nada MTsN 12 Majalengka tersebut menambah semarak suasana, disusul dengan lantunan shalawat yang dipimpin oleh kelompok Muslimat setempat.
Membangun Generasi Qurani
Pimpinan Yayasan Irsyadul Mubtadiin, Ust. Enda Suhenda, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa Khotmil Qur’an bukan sekadar seremonial kelulusan, melainkan titik awal bagi anak-anak untuk semakin mencintai kitab suci.
“Acara ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap perjuangan santri dalam mempelajari Al-Qur’an. Harapan besar kami, melalui kegiatan ini, minat generasi muda untuk mendalami ilmu agama, khususnya membaca dan memahami Al-Qur’an, akan terus tumbuh dan mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Enda.
Apresiasi Pemerintah Desa
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Indrakila, Deden Sudarman, S.Mn., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Yayasan Irsyadul Mubtadiin. Menurutnya, pendidikan agama adalah fondasi utama dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlakul karimah.
“Pemerintah Desa Indrakila sangat mendukung penuh kegiatan keagamaan seperti ini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk daerah kita. Anak-anak yang mahir membaca Al-Qur’an dan memiliki pemahaman agama yang baik akan menjadi aset berharga dalam pembangunan moralitas masyarakat di masa depan,” tegas Deden.
Tausiyah dan Puncak Acara
Memasuki acara puncak pada pukul 19.00 WIB, suasana berubah menjadi lebih khusyuk saat tausiyah disampaikan oleh KH. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.
Dalam pesan mendalamnya, beliau menekankan bahwa menghafal dan membaca Al-Qur’an adalah cahaya bagi hati.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang akan menuntun setiap langkah anak-anak kita. Jangan berhenti di titik khatam saja, teruslah membaca, mengkaji, dan yang paling utama adalah mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam sikap santun kepada orang tua dan sesama,” tutur KH. Abu dalam ceramahnya.
Acara ditutup dengan penampilan kreasi santriwan dan santriwati yang memukau para tamu undangan serta orang tua santri. Gelaran ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pihak yayasan, orang tua, dan masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Qurani di tengah masyarakat Desa Indrakila.
Kontributor: Lilis Susilawati


Komentar