Berita Daerah

Perkuat Pemahaman Fikih, Siswa MAN 1 Majalengka Gelar Presentasi Materi Al-Qur’an implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Talaga (KEMENAG) — Siswa-siswi Kelas XII.10 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka menggelar kegiatan pembelajaran Fikih bertajuk Sumber Hukum Islam yang disepakati: Presentasi Kelompok tentang Sumber Hukum Islam Pertama, Al-Qur’an, yang berlangsung di Ruang Kelas XII.10 pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendalami pemahaman hukum Islam sekaligus mengasah keterampilan berfikir kritis dan berkomunikasi para siswa.

Rangkaian kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada pukul 09.50 hingga 10.20 WIB ini diawali dengan penyampaian pengantar materi oleh Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag. Setelah sesi pengantar, suasana kelas berlanjut ke agenda utama, yaitu pemaparan materi oleh Kelompok 1 yang diwakili oleh Wildah Fajria Rahmah selaku narasumber kelompok.

Dalam paparan materinya, Wildah menjelaskan posisi vital Al-Qur’an sebagai dasar hukum tertinggi dalam ajaran Islam. “Al-Qur’an merupakan sumber hukum utama yang menjadi landasan dalam pengambilan hukum, baik untuk urusan ibadah maupun muamalah. Al-Qur’an menjadi pedoman hidup bagi setiap umat Islam dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari,” paparnya di hadapan rekan-rekan sekelasnya.

Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan adu argumentasi antar kelompok. Guru Mata Pelajaran Fikih, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menuturkan bahwa metode pembelajaran kelompok ini dirancang untuk membentuk karakter dan kapasitas intelektual siswa secara langsung.

“Melalui metode presentasi kelompok, para siswa dilatih untuk menyampaikan materi yang telah dibagikan secara terstruktur di depan kelas. Sesi diskusi juga menjadi wadah yang efektif untuk melatih keberanian siswa dalam beradu argumentasi secara sehat dan rasional,” ujar Wawan.

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Tindak lanjut dari pembelajaran berbasis presentasi ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif dalam proses KBM harian di MAN 1 Majalengka. Selain memperdalam pemahaman materi keagamaan, kesempatan berbicara di depan publik dan mengarungi dinamika diskusi ini menjadi sarana ampuh untuk melatih siswa dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul.

Melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang interaktif dan partisipatif ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah serta mendukung komitmen Kementerian Agama dalam melahirkan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Kontributor: Wawan Abdul Gani 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *