Sumberjaya (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberjaya menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pembangunan lintas sektor, khususnya di bidang kesehatan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Kepala KUA Sumberjaya, Tatang Tarmidi, S.Fil.I., dalam kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan III yang digelar oleh UPTD Puskesmas Sumberjaya. Kegiatan yang sarat dengan agenda strategis kesehatan tersebut dilaksanakan pada Senin (28/9/2026), bertempat di Aula UPTD Puskesmas Sumberjaya. Acara ini dihadiri oleh jajaran forum koordinasi pimpinan kecamatan, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta perwakilan instansi lintas sektoral di wilayah Kecamatan Sumberjaya.
Acara secara resmi dibuka oleh Camat Sumberjaya, Wahyu Sudianto, S.I.P. Dalam sambutannya, Wahyu menekankan pentingnya kerja sama yang solid dan terpadu antar instansi pemerintah di tingkat kecamatan. Menurutnya, berbagai persoalan kesehatan masyarakat seperti penanganan stunting dan peningkatan kualitas pelayanan publik tidak bisa diselesaikan hanya oleh Dinas Kesehatan atau Puskesmas semata, melainkan memerlukan dukungan penuh dari seluruh elemen, termasuk lembaga keagamaan seperti KUA.

Pemaparan materi inti dalam lokakarya ini disampaikan langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Sumberjaya, Casniti, S.Tr.Keb. Di hadapan para tamu undangan, Casniti mengupas sejumlah agenda krusial yang menjadi fokus kinerja Puskesmas pada triwulan ketiga tahun 2026 ini. Pembahasan pokok tersebut meliputi program peningkatan mutu pelayanan puskesmas sebagai upaya berkelanjutan untuk memberikan standar pelayanan kesehatan yang cepat dan ramah, hasil survei kepuasan masyarakat sebagai evaluasi berkala terhadap indeks kepuasan publik, serta progres capaian CKG dan HPV DNA guna mendeteksi dan mencegah risiko penyakit sejak dini. Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dipublikasikan data terbaru mengenai angka prevalensi stunting per Agustus 2026 sebagai dasar intervensi bersama.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh perwakilan lintas sektor melaksanakan penandatanganan komitmen bersama. Langkah ini diambil untuk mengikat keseriusan tiap instansi dalam mengawal target program kesehatan hingga penghujung tahun 2026, termasuk upaya akselerasi penurunan angka stunting di Kecamatan Sumberjaya.
Kehadiran Kepala KUA Sumberjaya, Tatang Tarmidi, dalam forum kesehatan ini mencerminkan eratnya hubungan antara pembinaan keagamaan dan kesehatan sosial kemasyarakatan. Peran KUA dinilai sangat krusial, terutama dalam memberikan edukasi pranikah bagi calon pengantin sebagai garda terdepan pencegahan stunting dari hulu.
“KUA Sumberjaya siap bersinergi dan mengambil peran aktif bersama Puskesmas serta lintas sektor lainnya, terutama dalam edukasi kesehatan keluarga, pencegahan stunting, serta pendampingan masyarakat demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik di Kecamatan Sumberjaya,” ujar Tatang.
Ia menambahkan, penyuluhan dan bimbingan perkawinan yang diselenggarakan di KUA secara konsisten diselipkan materi mengenai kesehatan reproduksi dan kesiapan gizi keluarga. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting sejak dini. Dengan terselenggaranya Lokakarya Mini Triwulan III ini, diharapkan koordinasi dan komunikasi antarinstansi di Kecamatan Sumberjaya semakin solid, sehingga pelayanan publik dan derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat secara signifikan.
Kontributor : Eki Kurniawan


Komentar