Berita Daerah
Beranda » Berita » Penyuluh Agama KUA Majalengka Gelar Sosialisasi Bahaya LGBT Bagi Kehidupan di Majelis Taklim Al-Furqon

Penyuluh Agama KUA Majalengka Gelar Sosialisasi Bahaya LGBT Bagi Kehidupan di Majelis Taklim Al-Furqon

Majalengka (KEMENAG) – Majelis Taklim Al-Furqon Desa Sidamukti menjadi pusat perhatian jamaah dalam menggelar kajian keagamaan yang mengupas tuntas dampak negatif dan bahaya penyebaran paham LGBT di tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta jemaah majelis taklim yang peduli terhadap masa depan moral bangsa.

Hadir sebagai pembicara utama, Ajat Hidayat Majaji, S.H.I. memberikan pemaparan mendalam dari sudut pandang syariat Islam, dampak sosial, hingga dampaknya terhadap kelangsungan peradaban manusia.  Kegiatan ibadah dan edukasi ini berjalan dengan tertib dan penuh perhatian melalui beberapa tahapan acara: Acara dibuka dengan khidmat, melantunkan ayat-ayat suci yang mengingatkan manusia tentang fitrah penciptaan laki-laki dan perempuan. Ajat menyampaikan materi inti mengenai ancaman nyata dari gerakan sosialisasi LGBT yang kini mulai masuk secara halus lewat media sosial dan tren global. Kegiatan ditutup dengan doa bersama memohon perlindungan agar wilayah Majalengka dan sekitarnya dijauhkan dari kemungkaran serta bencana.

Dalam ceramahnya, Ajat memberikan pesan yang sangat tegas dan menyentuh hati para jemaah terkait pentingnya menjaga fitrah kemanusiaan.

“Sosialisasi dan kampanye LGBT ini bukan sekadar isu hak asasi semata, melainkan ancaman nyata bagi kelangsungan hidup manusia, tatanan sosial, dan agama. Secara biologis, perilaku ini memutus garis keturunan (nasab) dan mengundang berbagai wabah penyakit menular. Secara spiritual, ini adalah bentuk pembangkangan terhadap kodrat yang telah Allah SWT tetapkan. Tugas kita sebagai orang tua dan masyarakat adalah memperkuat benteng iman anak-anak kita serta berani menolak segala bentuk normalisasi perilaku menyimpang ini di lingkungan kita,” pesan Ajat.

Kajian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat secara preventif agar tidak mudah terkecoh oleh narasi-narasi terselubung yang mengampanyekan LGBT. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi warga dalam menjaga lingkungan dari pengaruh buruk yang dapat merusak moralitas generasi penerus.

MTsN 7 Majalengka Perkuat Budaya Bersih melalui Geber Jumat

Kegiatan sosialisasi ini Membantu para orang tua mengenali modus penyusupan paham menyimpang pada media tontonan anak-anak. Menumbuhkan sikap peduli antarwarga untuk saling menjaga lingkungan tempat tinggal dari aktivitas yang melanggar norma agama dan hukum. Jemaah mendapatkan pemahaman yang seimbang mengenai bahaya LGBT baik dari segi kesehatan maupun ancaman hukum syariat.

Sebagai bentuk aksi nyata setelah kajian ini, Penyuluh Agama Islam KUA Majalengka berkomitmen untuk memperbanyak program pembinaan remaja masjid dan pengajian pemuda juga akan berkoordinasi dengan perangkat RT/RW setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan, serta menyediakan ruang konseling berbasis agama bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan moral.

Kontributor : Iman Abdulrahman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *