Cingambul (KEMENAG) — Siswa kelas IX-6 MTsN 11 Majalengka mengikuti praktik tayamum secara langsung dalam pembelajaran Fikih, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan guru mata pelajaran Fikih, Endang Ma’sum, S.Pd., untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari tata cara tayamum secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung sesuai dengan materi yang telah dipelajari. Siswa mengikuti arahan guru secara bertahap agar dapat memahami pelaksanaan tayamum dengan benar.
Praktik secara langsung menjadi bagian penting dalam pembelajaran Fikih karena materi ibadah tidak cukup hanya dipahami melalui penjelasan. Dengan praktik, siswa memiliki kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Endang Ma’sum, pembelajaran tayamum juga penting dikenalkan kepada siswa karena terdapat kondisi tertentu ketika seseorang tidak dapat menggunakan air untuk bersuci. Terlebih, kondisi musim kemarau dengan keterbatasan sumber air dapat menjadi konteks yang relevan bagi siswa untuk memahami ketentuan tayamum.
“Materi tayamum perlu dipahami tidak hanya secara teori, tetapi juga melalui praktik. Siswa perlu mengetahui tata caranya sehingga memiliki bekal ketika berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk melaksanakan tayamum, termasuk ketika air sulit diperoleh atau penggunaannya tidak memungkinkan,” ujar Endang.
Ia menambahkan, praktik tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa Islam memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah melalui ketentuan yang sesuai dengan kondisi umat. Pemahaman tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk tetap menjaga pelaksanaan ibadah dalam berbagai keadaan.
Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti kegiatan praktik. Mereka memperhatikan penjelasan guru dan mengikuti setiap tahapan yang diarahkan sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif dan kontekstual.
Melalui praktik tayamum, siswa MTsN 11 Majalengka diharapkan tidak hanya memahami materi fikih secara akademis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan dekat dengan kondisi nyata yang dihadapi siswa.
Kontributor: Riyan Mardiyana


Komentar