Berita Daerah

Pahami Diri Lewat Teman Bergaul, MTsN 12 Majalengka Gelar Upacara Berbahasa Inggris

Rajagaluh (KEMENAG) – Inovasi kebahasaan yang menjadi program unggulan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka kembali diperlihatkan dalam pelaksanaan Upacara Bendera pada Senin (28/9/2026). Jika pada pekan-pekan sebelumnya upacara dikemas menggunakan bahasa Arab, kali ini seluruh rangkaian instruksi baris-berbaris di lapangan madrasah menggunakan pengantar bahasa Inggris. Bertindak selaku petugas upacara yang tampil gemilang adalah tim Pasukan Khusus (Pasus) Pramuka, sedangkan Cicih Dewiarsih, S.Pd. hadir sebagai pembina upacara yang membakar semangat seluruh peserta didik.

Mengawali amanatnya, Cicih menyapa para peserta didik laki-laki dengan hangat menggunakan sapaan bahasa Inggris, “Hello, boys!” yang langsung dijawab serempak oleh para siswa. Setelah memastikan seluruh perhatian siswa terpusat, ia mulai masuk ke dalam tema inti pembinaannya yang sangat mendasar, yakni tentang pentingnya mengenali diri sendiri melalui lingkaran pertemanan.

“What I want you to hear, that I want you to recognize, to know yourself. So if you know yourself well, you will know your God,” (Apa yang saya ingin kalian dengar, saya ingin kalian mengenali, mengetahui diri kalian sendiri. Jika kalian mengenal diri kalian sendiri dengan baik, kalian akan mengenal Tuhan kalian) terang Cicih di hadapan peserta upacara, menekankan bahwa pengenalan diri adalah langkah awal untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Namun, bagaimana cara mengenali diri sendiri? Cicih memberikan sebuah indikator yang sangat sederhana namun fundamental. Ia mengajak siswa untuk melihat siapa saja orang-orang di sekitar mereka. “Who is people around you? Who are the people around you? Siapa yang dijadikan teman?” tanyanya. 

Untuk memperkuat argumennya, pembina upacara kemudian menyitir sebuah pedoman yang diwariskan dari tradisi Islam. Ia mengutip sebuah hadis autentik (sahih) dari Nabi Muhammad saw., yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, mengenai karakter roh manusia yang diibaratkan seperti prajurit yang direkrut.

Tertibkan Tata Kelola Naskah Dinas, Kemenag Majalengka Sosialisasikan PMA Nomor 12 Tahun 2026

“We have in Islamic traditional phrase that deeply rooted, we know it is as an authentic narration or hadith from our Prophet Muhammad sallallahu alaihi wasallam. It is recorded by Sahih Muslim and Sahih Bukhari,” papar Cicih.

Ia kemudian membacakan terjemahan hadis tersebut, “Souls are like recruited soldiers. Those that they recognize, they associate with, and those that they didn’t recognize, they differ from.” (Ruh-ruh itu bagaikan prajurit-prajurit yang dihimpun. Ruh-ruh yang saling mengenal akan bersatu/bergaul, sedangkan ruh-ruh yang tidak saling mengenal akan berselisih/berpisah).

Melalui hadis tersebut, Cicih ingin menegaskan bahwa karakter seseorang akan sangat dipengaruhi oleh karakter teman sepergaulannya. Jika seorang siswa memilih berteman dengan lingkungan yang positif dan religius, maka rohnya akan secara alamiah tertarik pada kebaikan. Sebaliknya, pergaulan yang buruk akan menjauhkan diri dari nilai-nilai kebenaran.

Pelaksanaan upacara bendera yang mengkolaborasikan kecakapan berbahasa Inggris dengan penanaman nilai-nilai spiritual ini menjadi bukti kuat bahwa MTsN 12 Majalengka adalah madrasah yang visioner. Pesan mendalam terkait selektivitas dalam memilih teman bergaul yang disampaikan hari ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi para siswa dalam menjalani dinamika kehidupan remaja. Melalui penguatan dua pilar—kecerdasan global dan kesalehan sosial—MTsN 12 Majalengka terus membuktikan kapasitasnya sebagai institusi pendidik generasi tangguh, yang tak hanya mahir menaklukkan tantangan zaman, tetapi juga memiliki keanggunan akhlak dan prinsip tauhid yang tak goyah.

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Kepala KUA Banjaran Ikuti Zoom Tindak Lanjut Pendampingan dan Monitoring Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *