Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.8 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia Tahap Lanjut pada Jumat (25/9/2026) dengan kegiatan membaca cerpen dan menganalisis unsur intrinsik serta ekstrinsiknya. Pembelajaran yang dipandu oleh Yulia Ningsih, S.Pd., tersebut menjadi sarana bagi murid untuk memperdalam pemahaman terhadap karya sastra sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis.
Cerpen atau cerita pendek merupakan karya sastra berbentuk prosa yang mengisahkan suatu peristiwa dengan ruang lingkup cerita yang relatif terbatas. Meskipun singkat, cerpen dapat memuat berbagai persoalan kehidupan, karakter tokoh, konflik, nilai, serta pesan yang dapat dipelajari pembaca.
Dalam kegiatan pembelajaran, murid terlebih dahulu membaca dan memahami isi cerpen. Setelah itu, murid diarahkan untuk mengidentifikasi unsur intrinsik, yaitu unsur yang membangun cerita dari dalam. Unsur tersebut meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, serta amanat.
Selain unsur intrinsik, murid juga mempelajari unsur ekstrinsik, yakni faktor dari luar karya yang dapat memengaruhi lahirnya sebuah cerpen. Unsur ini dapat berkaitan dengan latar belakang pengarang, kondisi sosial dan budaya, nilai kehidupan, maupun keadaan masyarakat yang menjadi konteks sebuah karya.
Yulia Ningsih menjelaskan bahwa membaca cerpen tidak cukup hanya memahami jalan ceritanya, tetapi juga perlu melihat bagaimana cerita tersebut dibangun dan pesan yang terkandung di dalamnya.
“Melalui membaca dan menganalisis cerpen, murid belajar melihat sebuah karya secara lebih mendalam. Mereka tidak hanya mengetahui apa yang terjadi dalam cerita, tetapi juga memahami karakter tokoh, konflik, latar, sudut pandang, hingga nilai yang ingin disampaikan pengarang,” ungkap Yulia.
Kegiatan analisis juga melatih murid untuk menemukan bukti dalam teks sebagai dasar dalam menyampaikan pendapat. Dengan demikian, pemahaman terhadap karya sastra tidak berhenti pada kesan pribadi, tetapi didukung oleh bagian-bagian cerita yang dapat dianalisis secara logis.
“Harapannya, murid semakin gemar membaca dan mampu menyampaikan hasil analisisnya dengan alasan yang jelas. Dari cerpen, mereka dapat belajar memahami kehidupan, karakter manusia, dan berbagai nilai yang ada di lingkungan sosial,” tambah Yulia.
Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia TL ini, murid XII.8 diharapkan semakin terampil mengapresiasi karya sastra sekaligus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memahami isi, struktur, dan nilai yang terkandung dalam sebuah cerita.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar