Ligung (KEMENAG) — Dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Ligung, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Ligung menjalin kerja sama dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ligung.
Kerja sama tersebut dibahas dalam rapat persiapan kegiatan HSN yang dilaksanakan di Masjid Al Karomah, Desa Buntu, Kecamatan Ligung, Jumat (2/10/2026). Dalam rapat tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Ligung, Ust. Fatwa Maulana, S.Sos. dan Ust. Yogi Iskandar, S.Pd.I., Serta Ust. Akung Maskuri, S. Sos, turut hadir bersama jajaran pengurus MWCNU Ligung.
Rapat dihadiri Ketua MWCNU Ligung, para pengurus MWCNU, ketua Badan Otonom (Banom) dan lembaga NU tingkat Kecamatan Ligung, serta para Penyuluh Agama Islam KUA Ligung. Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan teknis dan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menyemarakkan HSN Tahun 2026.
Peringatan HSN tingkat Kecamatan Ligung direncanakan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan, di antaranya Diklat Artificial Intelligence (AI), Lomba Mars NU 1 Abad, serta berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan warga Nahdlatul Ulama dan masyarakat Kecamatan Ligung.

Ketua MWCNU Ligung, Ust. Muhamad Abidin, M.Pd., mengatakan bahwa kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan HSN membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, terutama warga NU di Kecamatan Ligung.
“Untuk menyukseskan kegiatan ini, tentu diperlukan dukungan semua pihak, terutama warga NU Kecamatan Ligung. Karena rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan cukup banyak, seperti Diklat AI, Lomba Mars NU 1 Abad, dan kegiatan lainnya. Kami berharap seluruh elemen NU dapat bersama-sama menyukseskannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MWCNU Ligung, Ust. Deden Septian, S.Pd.I., menilai bahwa peringatan HSN bukan hanya momentum seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan kontribusi para santri serta warga NU bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Santri ini sangat penting untuk kita sukseskan bersama. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan, kaderisasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala KUA Ligung, H. Mahmud Ro’i, SEI., menyambut baik sinergi antara Penyuluh Agama Islam KUA Ligung dengan MWCNU Ligung dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan HSN tersebut.
Menurutnya, Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat melahirkan kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Ligung. Semoga melalui sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam, MWCNU, Banom, lembaga NU, dan seluruh masyarakat, rangkaian kegiatan HSN dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas,” tutur H. Mahmud.
Ia juga berharap momentum HSN dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, kebersamaan, dan semangat pengabdian kepada generasi muda.
“Semoga semangat Hari Santri tidak hanya dirasakan pada saat peringatan, tetapi terus menjadi spirit dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun Kecamatan Ligung yang religius, harmonis, dan maju,” pungkasnya.
Rapat persiapan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HSN tingkat Kecamatan Ligung dapat terlaksana secara terkoordinasi dan meriah. KUA Ligung melalui para Penyuluh Agama Islam berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Kontributor: Maman Sulaeman


Komentar