Jatitujuh (KEMENAG) — Puluhan jamaah memadati Majelis Taklim (MT) Baitul Makmur di Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Selasa (4/8/2026). Dalam suasana yang khidmat, para peserta mengikuti kegiatan penyuluhan agama tatap muka sebagai langkah nyata memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sekitar 45 jamaah hadir dalam pembinaan keagamaan yang dipimpin oleh Drs. H. Tohir tersebut. Selain menjadi sarana edukasi spiritual, pertemuan ini juga difungsikan untuk mempererat tali silaturahmi antara penyuluh agama Islam dan masyarakat setempat.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam, Ahmad Satori, S.Sos., hadir menyampaikan materi bertema “Jimat Jenderal Sudirman”. Melalui tema ini, ia mengajak jamaah memahami bahwa kekuatan sejati seorang muslim tidak terletak pada benda-benda mistis atau sesuatu yang dianggap membawa keberuntungan, melainkan pada kedisiplinan beribadah dan kedekatan diri kepada Allah SWT.
Ahmad Satori menjelaskan tiga amalan utama yang menjadi “jimat” atau rahasia kekuatan pahlawan nasional Jenderal Sudirman, yaitu membiasakan diri untuk selalu menjaga wudu (dawamul wudhu), menepati salat lima waktu, serta senantiasa berzikir kepada Allah SWT.
“Keteladanan Jenderal Sudirman mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari hal-hal lahiriah, melainkan dari kedisiplinan menjaga wudu, salat lima waktu, dan memperbanyak zikir. Jika ketiga amalan ini dijaga secara istiqamah, insyaallah akan menjadi sumber kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan hidup,” ujar Satori di hadapan para jamaah.
Ketiga amalan tersebut dinilai menjadi fondasi spiritual yang membentuk pribadi tangguh, istiqamah, serta menghadirkan ketenangan batin. Para jamaah tampak menyimak materi dengan penuh antusias dan aktif berdiskusi mengenai penerapan amalan harian tersebut, sehingga suasana kegiatan berlangsung interaktif dan hangat.
Melalui kegiatan pembinaan yang rutin dilaksanakan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk mengamalkan nilai-nilai keislaman secara konsisten, sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah di lingkungan sekitar. Pesan penting dari majelis sederhana di MT Baitul Makmur ini menegaskan bahwa ketangguhan seorang muslim diawali dari hati yang senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta.
Kontributor: Ahmad Satori


Komentar