Sumberjaya (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberjaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga di tingkat akar rumput. Pada Jumat (18/9/2026), lembaga layanan keagamaan tersebut sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri yang bertempat di ruang aula KUA Sumberjaya. Acara ini dirancang secara komprehensif guna mencetak pasangan calon pengantin (catin) yang tidak hanya matang secara emosional dan spiritual, tetapi juga tertib administrasi serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti dengan antusias oleh sejumlah pasangan calon pengantin yang akan segera melangsungkan akad nikah. Penghulu KUA Sumberjaya, Eki Kurniawan, S.Sos., memaparkan berbagai aspek penting dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga berdasarkan kaidah agama dan regulasi yang berlaku.
Ketelitian Administrasi sebagai Langkah Awal Keabsahan
Agenda utama yang menjadi pembuka dalam rangkaian bimbingan ini adalah pemeriksaan kesesuaian, verifikasi, serta validasi data calon pengantin. Langkah krusial ini dilakukan secara teliti oleh pihak penghulu untuk memastikan bahwa seluruh dokumen administratif pernikahan mulai dari data diri, dokumen kependudukan, hingga persyaratan wali nikah telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut Eki Kurniawan, validasi data merupakan fondasi hukum pertama yang harus beres sebelum pasangan melangkah ke jenjang ijab kabul. Kesalahan sekecil apa pun pada data administrasi dapat berpotensi menimbulkan masalah hukum dan keabsahan pernikahan di kemudian hari. Oleh karena itu, ketelitian dalam verifikasi ini menjadi standar operasional yang wajib dilalui oleh setiap calon pengantin di wilayah KUA Sumberjaya.

Bekal Pesan Pernikahan untuk Menghadapi Dinamika Rumah Tangga
Setelah aspek administratif dinyatakan klir, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi inti berupa pesan-pesan pernikahan. Eki Kurniawan memberikan pembekalan mendalam mengenai hak dan kewajiban suami istri, manajemen konflik dalam rumah tangga, serta pentingnya komunikasi yang efektif untuk merawat keharmonisan keluarga.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa membangun sebuah bahtera rumah tangga memerlukan kesiapan mental yang matang serta kelapangan dada dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Bekal nilai-nilai agama disampaikan secara komunikatif agar para calon pengantin mampu memahami esensi pernikahan sebagai ibadah terpanjang, yang menuntut kesabaran, kerja sama, serta komitmen seumur hidup antara suami dan istri.
Gerakan Ekologis: Satu Pasangan, Satu Pohon untuk Bumi
Ada pemandangan yang sarat makna dan berbeda dari bimbingan perkawinan pada umumnya dalam kegiatan di KUA Sumberjaya kali ini. Selain materi administratif dan spiritual, Eki Kurniawan juga menyampaikan sosialisasi sekaligus mengajak para calon pengantin untuk turut serta dalam gerakan penanaman pohon.
Inisiatif mulia ini merujuk secara langsung pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 244 Tahun 2025. Regulasi tersebut secara progresif mendorong setiap pasangan calon pengantin untuk menanam minimal satu pohon per pasangan. Langkah strategis ini dihadirkan tidak hanya sebagai simbol cinta kasih pasangan yang tumbuh bersama alam, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Asta Protas (Program Prioritas) Menteri Agama dalam aspek pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
“Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua hati dan dua keluarga di bawah ikatan suci, tetapi juga membangun komitmen jangka panjang, termasuk tanggung jawab moral kita terhadap kelestarian alam sekitar. Melalui program penanaman satu pohon per pasangan ini, kami ingin setiap keluarga baru yang lahir di Sumberjaya turut serta merawat bumi. Hal ini sejalan langsung dengan visi besar Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujar Eki saat memberikan materi bimbingan di hadapan para peserta.
Harapan Menuju Keluarga Sakinah yang Berkelanjutan
Melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini, KUA Sumberjaya optimis dapat mencetak generasi keluarga baru yang berkualitas, mandiri, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Perpaduan antara pemahaman agama yang kuat, ketertiban administrasi, serta kesadaran ekologis melalui penanaman pohon diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang tidak hanya membawa kebaikan bagi internal rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat luas di Kecamatan Sumberjaya.
Kontributor : Eki Kurniawan


Komentar