Jatiwangi (KEMENAG) — MAN 3 Majalengka terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui kegiatan Tahsinul Qira’at dengan memanfaatkan Al-Qur’an digital pada gawai, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh GTK sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembiasaan keagamaan di lingkungan madrasah.
Kegiatan berlangsung di MAN 3 Majalengka dengan rangkaian kegiatan berupa pengenalan penggunaan Al-Qur’an digital dan praktik tahsinul qiraah. Para peserta memanfaatkan gawai masing-masing sebagai media untuk mengakses Al-Qur’an sekaligus mengikuti pembelajaran dan pendampingan bacaan.
Kegiatan diawali dengan pengenalan pemanfaatan Al-Qur’an digital. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan media tersebut sebagai sarana membaca dan mempelajari Al-Qur’an secara lebih praktis. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi GTK untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an di tengah aktivitas sehari-hari.
Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik tahsinul qiraah. Para peserta mendapatkan bimbingan secara langsung mengenai ketepatan makhraj, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
H. Agus Jamaluddin, M.M.Pd., guru Bahasa Arab MAN 3 Majalengka, dan Ust. Jali Rojali, guru Fikih MAN 3 Majalengka, bertindak sebagai narasumber sekaligus pembimbing dalam kegiatan tersebut. Keduanya memberikan arahan dan koreksi terhadap bacaan peserta selama sesi praktik berlangsung.
H. Agus Jamaluddin mengatakan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung peningkatan kualitas ibadah dan keilmuan.
“Teknologi gawai yang kita miliki setiap hari hendaknya dapat dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kualitas ibadah dan keilmuan, salah satunya melalui Al-Qur’an digital yang mudah diakses dan dapat digunakan sebagai sarana belajar,” ujar Agus Jamaluddin.
Sementara itu, Ust. Jali Rojali memberikan penguatan dalam praktik tahsin, khususnya mengenai ketepatan pelafalan huruf dan penerapan kaidah tajwid. Peserta diberikan kesempatan membaca secara langsung kemudian mendapatkan koreksi dan arahan untuk memperbaiki bagian bacaan yang masih perlu ditingkatkan.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara personal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya religius di lingkungan MAN 3 Majalengka. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk penguatan kompetensi keagamaan bagi GTK.
Pemanfaatan Al-Qur’an digital juga menjadi langkah madrasah dalam mengarahkan penggunaan teknologi ke aktivitas yang produktif. Gawai yang selama ini menjadi bagian dari keseharian dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mendukung kegiatan ibadah dan pembelajaran keagamaan.
Melalui kegiatan Tahsinul Qira’at, para GTK diharapkan semakin termotivasi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an dan membangun kebiasaan membaca secara rutin. Pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama juga memberikan ruang bagi peserta untuk saling belajar dan meningkatkan semangat dalam mendalami Al-Qur’an.
Sebagai tindak lanjut, MAN 3 Majalengka berencana mengembangkan kegiatan pendampingan tahsin secara berkala sebagai bagian dari agenda pembinaan keagamaan. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan, tetapi berkembang menjadi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Melalui pembinaan keagamaan yang memadukan pendampingan langsung dan pemanfaatan teknologi digital, MAN 3 Majalengka berupaya menciptakan lingkungan madrasah yang semakin religius, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Meningkatnya minat dan kemampuan tahsinul qiraah di kalangan GTK diharapkan turut memperkuat budaya keagamaan di madrasah serta memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan MAN 3 Majalengka.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar