Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.2 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) melalui praktik lari rintang di lapangan sekolah, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang dibimbing langsung oleh guru PJOK, Drs. Engkos Sarkosi, M.Pd.I., tersebut menjadi sarana penting bagi murid untuk memahami sekaligus mempraktikkan teknik dasar cabang olahraga atletik tersebut.
Lari rintang merupakan salah satu nomor atletik yang menggabungkan kemampuan berlari kencang dengan ketangkasan melompati rintangan di sepanjang lintasan. Dalam pelaksanaannya, para murid dituntut untuk menguasai kombinasi kecepatan, koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, hingga ketepatan saat melompati rintangan.
Sebelum turun ke lapangan, murid terlebih dahulu dibekali pemahaman teori mengenai teknik dasar lari rintang. Tahapan tersebut meliputi penentuan posisi awal (start), pengaturan kecepatan berlari menuju rintangan, teknik melompati rintangan, teknik pendaratan yang aman, serta kemampuan menjaga ritme kecepatan setelah melewati rintangan.
Usai pemaparan materi, murid langsung mempraktikkan teknik tersebut di area lapangan secara berurutan dengan mengedepankan aspek keselamatan. Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran alur praktik, para murid diarahkan untuk selalu menjaga jarak aman dan mematuhi instruksi guru.
Melalui praktik lapangan ini, murid tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga dilatih untuk membangun konsentrasi, keberanian, kedisiplinan, serta koordinasi gerak secara menyeluruh. Pengalaman langsung ini diharapkan memberikan pemahaman mendalam bahwa penguasaan keterampilan olahraga membutuhkan latihan yang teratur dan teknik yang benar.
Guru PJOK MAN 2 Majalengka, Engkos Sarkosi, menjelaskan bahwa praktik lapangan secara langsung sangat krusial agar murid dapat menyerap materi melalui pengalaman gerak (kinestetik).
“Dalam lari rintang, murid tidak hanya dituntut untuk berlari cepat, tetapi juga harus mampu mengatur langkah dan melewati rintangan dengan teknik yang tepat. Karena itu, latihan secara langsung sangat penting untuk membangun koordinasi dan ketangkasan,” ungkap Engkos.
Ia juga menegaskan bahwa faktor keselamatan dan kedisiplinan murid menjadi prioritas utama selama seluruh tahapan kegiatan berlangsung.
“Saya berharap murid mengikuti setiap tahapan dengan disiplin dan memperhatikan arahan. Kecepatan memang penting, tetapi teknik dan keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam melakukan aktivitas olahraga,” tambahnya.
Praktik lari rintang kelas X.2 ini menjadi wujud pengintegrasian pemahaman teori dengan pengalaman praktis dalam kurikulum pembelajaran PJOK di MAN 2 Majalengka. Melalui kegiatan interaktif ini, murid diharapkan semakin terampil dalam menguasai gerakan dasar atletik sekaligus menumbuhkan kebiasaan berolahraga yang disiplin dan bertanggung jawab.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar