Rajagaluh (KEMENAG) — Puluhan siswa kelas XI.1 MAN 2 Majalengka mengasah keterampilan literasi dan daya kritis melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bertema “Menyimak Berita Inovasi”, Kamis (1/10/2026). Kegiatan pembelajaran yang dipandu oleh guru Bahasa Indonesia, Yulia Ningsih, S.Pd., ini dirancang untuk melatih siswa agar tidak sekadar mendengar, tetapi juga mampu menelaah dan menafsirkan informasi secara cermat.
Dalam sesi tersebut, Yulia menekankan bahwa menyimak merupakan proses aktif yang melibatkan pemahaman, pengidentifikasian, dan penafsiran pesan secara mendalam. Pembelajaran ini difokuskan pada karakteristik berita inovasi yang memuat gagasan, produk, metode, maupun temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Untuk membedah struktur berita inovasi secara utuh, para siswa diarahkan mencermati unsur utama jurnalistik 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Selain itu, siswa juga dilatih untuk membedakan antara fakta—informasi teruji yang dapat dibuktikan kebenarannya—dan opini yang bersifat penilaian subjektif.
Yulia menjelaskan, penguasaan pemisahan antara fakta dan opini menjadi benteng penting bagi siswa dalam menyikapi derasnya arus informasi digital saat ini.
“Menyimak bukan sekadar mendengar, melainkan memahami isi pesan. Melalui berita inovasi, siswa belajar menemukan informasi penting, membedakan fakta dan opini, serta menangkap nilai manfaat dari sebuah inovasi,” ujar Yulia.
Ia berharap kebiasaan menyimak secara kritis ini terus melekat pada diri peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap siswa terbiasa berpikir kritis. Ketika menerima suatu informasi, mereka tidak menelannya mentah-mentah atau langsung percaya, melainkan terbiasa meneliti kebenarannya, memeriksa isi, dan mengambil hal-hal bernilai positif,” tambahnya.
Melalui penguatan literasi berbasis menyimak berita inovasi ini, pihak sekolah berharap para siswa MAN 2 Majalengka semakin terampil mengolah informasi, tanggap terhadap perkembangan zaman, serta siap merespons berbagai inovasi di lingkungan sekitarnya.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar