Argapura (KEMENAG) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Argapura, Udin Muhammad Sanudin, S.Sos., mengingatkan umat Islam pentingnya meluangkan waktu untuk beribadah dan menjaga ketenangan hati di tengah kesibukan duniawi. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi tausiyah dalam pengajian Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kecamatan Majalengka di Masjid Al-Hikmah, Kelurahan Babakan Jawa, Rabu (14/10/2026).
Dalam ceramahnya yang mengangkat topik pentingnya memprioritaskan ibadah kepada Allah Swt., Udin menjelaskan bahwa beribadah merupakan kunci utama untuk meraih kecukupan hidup dan keberkahan rezeki. Ia mengutip pesan hadis qudsi yang mengajak manusia agar senantiasa meluangkan waktu di hadapan Sang Pencipta.
Udin menyampaikan bahwa Allah Swt. telah berjanji membebaskan hamba-Nya dari kemiskinan jiwa jika mau meluangkan waktu untuk beribadah. “Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan memenuhi dadamu dengan rasa kecukupan dan menutupi kefakiranmu,” kutipnya di hadapan para jemaah pengajian.
Ia menegaskan bahwa kesibukan mencari nafkah, menjalankan pekerjaan, maupun memenuhi kebutuhan keluarga tidak boleh membuat seseorang melupakan kewajiban agamanya. Aktivitas duniawi dan peningkatan kualitas hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah Swt. harus berjalan seimbang.
Selain hadis qudsi, Udin turut mengutip nasihat Imam Syafi’i rahimahullah mengenai lima perkara yang menjadi sumber kebaikan hidup, yakni ghina an-nafs (kaya hati), kafful adza (menahan diri dari menyakiti orang lain), kasbul halal (mencari rezeki halal), at-taqwa (bertakwa), dan ats-tsiqah billah (percaya penuh kepada Allah). Menurutnya, kekayaan sejati tidak diukur dari tumpukan harta, tingginya jabatan, atau gelar yang disandang. Kekayaan hakiki tercermin dari hati yang selalu merasa cukup dan senantiasa bersyukur.
Lebih lanjut, Udin menjelaskan dampak positif jika seseorang mampu menerapkan prinsip kaya hati dalam kehidupan sehari-hari. “Orang yang kaya hati akan mampu menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Ketika kita menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, mencari rezeki yang halal, meningkatkan ketakwaan, serta bertawakal kepada Allah, insyaallah kehidupan akan terasa lebih tenang dan penuh keberkahan,” jelasnya.
Melalui pengajian rutin FKMT tersebut, jemaah diajak untuk menjadikan ibadah sebagai kebutuhan utama, bukan sebatas rutinitas formalitas. Nilai-nilai keislaman ini diharapkan tercermin dalam kehidupan bermasyarakat melalui sifat saling menghormati, kemuliaan akhlak, dan kepedulian sosial.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Argapura dalam agenda pengajian FKMT Kecamatan Majalengka ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota majelis taklim. Momentum ini sekaligus mengukuhkan komitmen para penyuluh agama untuk terus membina umat, menyampaikan dakwah yang menyejukkan, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang religius dan istikamah dalam beribadah.
Kontributor: Ebin Siroju Tolibin


Komentar