Rajagaluh (KEMENAG) — Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Nurul Ilmi MAN 2 Majalengka berlangsung khidmat pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan keagamaan yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan murid tersebut diisi dengan khutbah yang membahas pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
H. Enday Hidayat, S.Ag., bertindak sebagai khotib dalam pelaksanaan salat Jumat. Sementara itu, H. Apang Fathurrohman, S.Kom., bertindak sebagai imam. Dalam khutbahnya, Enday mengajak seluruh jamaah untuk memahami makna takwa secara lebih mendalam serta berusaha menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, takwa bukan hanya berkaitan dengan ibadah secara ritual, tetapi juga tercermin melalui akhlak, sikap, dan perilaku seseorang dalam menjalani kehidupan. Orang yang bertakwa senantiasa berusaha menaati perintah Allah Swt., menjauhi larangan-Nya, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
“Takwa bukan sekadar ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui perbuatan. Orang yang bertakwa akan berusaha melaksanakan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan senantiasa memperbaiki akhlaknya,” ungkap Enday.
Dalam khutbah tersebut, Enday menjelaskan sejumlah ciri orang bertakwa sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya terdapat dalam Q.S. Ali ‘Imran ayat 133–134, yang menggambarkan orang bertakwa sebagai pribadi yang bersegera memohon ampunan kepada Allah Swt., gemar berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang lain.
“Di antara ciri orang bertakwa adalah mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Ketika seseorang mampu mengendalikan emosinya dan memilih untuk memaafkan, di situlah terlihat nilai ketakwaan dalam dirinya,” jelas Enday.
Selain itu, Enday mengingatkan bahwa orang bertakwa juga memiliki kepedulian terhadap sesama. Kemampuan berbagi rezeki, membantu orang lain, dan berbuat baik menjadi bagian dari implementasi ketakwaan dalam kehidupan sosial.
Enday juga mengajak jamaah untuk senantiasa melakukan introspeksi diri. Setiap orang perlu mengevaluasi amal dan perilakunya agar ketakwaan tidak berhenti pada pelaksanaan ibadah, tetapi terus berkembang menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari.
“Ketakwaan harus terus dijaga dan ditingkatkan. Mari kita jadikan salat, membaca Al-Qur’an, berbuat baik kepada sesama, serta menjauhi perbuatan yang dilarang Allah sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” pungkas Enday.
Khutbah Jumat tersebut menjadi momentum bagi seluruh jamaah Masjid Nurul Ilmi MAN 2 Majalengka untuk kembali mengingat pentingnya menjaga ketakwaan. Pesan tentang pengendalian diri, kepedulian, sikap pemaaf, dan ketaatan kepada Allah Swt. diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelaksanaan salat Jumat secara rutin di Masjid Nurul Ilmi juga menjadi bagian dari pembinaan kehidupan keagamaan di lingkungan MAN 2 Majalengka. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai keislaman diharapkan semakin tertanam dalam diri seluruh warga madrasah sehingga tercermin dalam sikap, akhlak, dan perilaku sehari-hari.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar