Berita Daerah

Integrasi Fikih dan IPA: Siswa MTsN 12 Majalengka Kaji Hukum Air

Rajagaluh (KEMENAG) – Melengkapi rangkaian observasi sains mengenai teknologi air, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka melanjutkan kegiatan outing class interdisipliner kelas 8A dengan menyambangi Masjid Pesantren Darul Amanah pada Kamis (1/10/2026). Kunjungan religius ini bertujuan untuk membedah esensi air yang telah mereka pelajari sebelumnya, namun kali ini dikupas tuntas melalui kacamata hukum Fikih.

Kegiatan luar kelas ini merupakan paruh kedua dari perwujudan kurikulum integrasi antara mata pelajaran Fikih dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Didampingi oleh Guru Fikih MTsN 12 Majalengka, Maesaroh, S.Pd.I., M.Pd., beserta Guru IPA, Aneng Siti Nurul Fitriah, S.Pd., para peserta didik diarahkan untuk merajut benang merah antara teknologi filtrasi yang mereka saksikan di Depot Air Cinini, dengan ketetapan syariat Islam mengenai kesucian air (thaharah).

“Kunjungan ke pesantren ini adalah penyempurna dari observasi IPA di depot air sebelumnya. Keduanya terintegrasi. Kunjungan ini dirancang agar anak-anak tidak hanya tahu rumusan molekul air dan filtrasinya, tetapi juga paham betul klasifikasi air tersebut dalam hukum Fikih; mana yang sah untuk berwudu dan mana yang sekadar suci namun tidak bisa menyucikan,” terang Maesaroh.

Suasana di serambi Masjid terasa begitu sejuk dan sarat akan nilai spiritual saat rombongan siswa disambut oleh Kiai Abdul Fatah. Menjadi narasumber utama pada sesi fikih ini, sang Kiai memberikan penjelasan yang sangat komprehensif namun mudah dicerna oleh para remaja mengenai pedoman “Pembagian Air dalam Islam”.

Kiai Abdul Fatah secara cerdas mengintegrasikan temuan observasi siswa di depot mata air ke dalam kajian kitab kuning. Beliau membedah klasifikasi air menjadi empat bagian utama: Air Mutlaq (suci dan menyucikan, seperti mata air murni dari alam), Air Musyammas (air yang dipanaskan di bawah terik matahari dalam wadah logam), Air Musta’mal (air yang telah digunakan untuk bersuci wajib), hingga Air Mutanajjis (air yang kejatuhan benda najis). Dialog berlangsung sangat interaktif, di mana para siswa secara aktif mengonsultasikan fenomena air yang telah difiltrasi teknologi dengan standar kesucian dalam ibadah.

Kepala MTsN 3 Majalengka Ikuti Pendampingan Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Terobosan kurikulum MTsN 12 Majalengka yang menyatukan lokus industri pengolahan air dan pesantren tradisional ini sukses melahirkan paradigma berpikir yang holistik. Melalui kolaborasi outing class ini, madrasah membuktikan bahwa sains yang rasional dan syariat agama yang sakral adalah dua lentera yang saling menerangi. Harapannya, siswa-siswi madrasah kelak akan tumbuh menjadi cendekiawan muslim yang ahli berinovasi dengan teknologi, namun tak pernah melanggar batas-batas kesucian syariat Tuhannya.

Kontributor: Mohammad Rega Permana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *