Berita Daerah MAN

Inovasi Pembelajaran Sejarah: Siswa Kelas 11.3 Gelar Jelajah Museum Mini Lewat Gallery Walk

Talaga (KEMENAG) — Suasana pembelajaran mata pelajaran Sejarah di kelas 11.3 berlangsung interaktif dan penuh antusiasme pada Rabu (16/9/2026). Mengangkat materi Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut dikemas secara inovatif melalui penerapan metode Gallery Walk atau pameran karya berbentuk museum mini di dalam kelas.

Di bawah bimbingan M. Nurul Akhyar selaku Guru Mata Pelajaran Sejarah, ruang kelas disulap menjadi area pameran interaktif yang terbagi ke dalam lima stand informasi. Para siswa dibagi menjadi lima kelompok untuk mengelola dan menyajikan materi bahasan secara kreatif, meliputi:

Stand 1 (Dampak Politik & Birokrasi): Mengulas pergeseran sistem pemerintahan tradisional ke birokrasi modern kolonial serta pengaruhnya terhadap kekuasaan raja-raja lokal.

Stand 2 (Dampak Ekonomi & Pemerintahan): Mengupas praktik tanam paksa (Cultuurstelsel), monetisasi ekonomi, dan eksploitasi sumber daya.

Stand 3 (Dampak Sosial & Budaya): Menampilkan pergeseran struktur sosial masyarakat, gaya hidup westernisasi, hingga pengaruh bahasa dan arsitektur.

Kemenag Majalengka Dukung Perbup Tata Kelola Madrasah Diniyah Takmiliyah

Stand 4 (Dampak Pendidikan & Mobilisasi): Membedah lahirnya Politik Etis, kemunculan golongan terpelajar, dan awal pergerakan nasional.

Stand 5 (Masa Kini & Warisan Kolonial): Mengaitkan jejak sejarah masa lalu dengan kondisi riil saat ini, seperti hukum, infrastruktur, dan tata kota.

Melalui metode ini, setiap kelompok secara bergantian bertugas menjadi penjaga stand untuk mempresentasikan materi, sementara anggota kelompok lainnya berkeliling ke stand lain untuk mempelajari substansi, mencatat poin penting, dan mengajukan pertanyaan.

M. Nurul Akhyar menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.

“Metode Gallery Walk ini dirancang agar siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif mengkonstruksi pengetahuan, berdiskusi, dan melatih keterampilan komunikasi mereka,” ujar Nurul Akhyar.

Kemenag Majalengka Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan RA

Rangkaian kegiatan KBM diakhiri dengan sesi refleksi bersama serta pemberian apresiasi atas kreativitas dan keaktifan seluruh siswa dalam mengeksplorasi jejak sejarah bangsa.

Melalui inovasi pembelajaran ini, diharapkan para siswa semakin bersemangat dalam mempelajari sejarah dan mampu merekonstruksi peristiwa masa lalu secara konstruktif, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *