Berita Daerah

Guru BK MTsN 2 Majalengka Sigap Jadi Sahabat Siswa melalui Konseling Individu

Jatiwangi (Kemenag) — Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Majalengka terus berupaya hadir sebagai sahabat bagi siswa melalui layanan konseling individu. Layanan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk berkaitan dengan proses belajar, dalam suasana yang nyaman, aman, dan penuh kepercayaan, Senin (28/9/2026).

Konseling individu kali ini diberikan oleh Guru BK MTsN 2 Majalengka, Ulfah Nadiyati Z.A., S.Sos., kepada salah seorang siswa kelas VIII C. Konseling berada pada bidang belajar dengan memberikan kesempatan kepada konseli untuk mengungkapkan pengalaman, perasaan, maupun kendala yang berkaitan dengan kegiatan belajarnya.

Dalam proses konseling, membangun rapport menjadi salah satu tahapan penting. Guru BK terlebih dahulu menciptakan hubungan yang hangat dan nyaman agar siswa tidak merasa sedang dihakimi atau diinterogasi. Hubungan yang dilandasi penerimaan dan kepercayaan tersebut membantu siswa lebih terbuka dalam menyampaikan apa yang sedang dihadapinya.

Selain membangun rapport, asas kerahasiaan juga menjadi bagian penting dalam layanan konseling. Informasi yang disampaikan siswa selama proses konseling dijaga kerahasiaannya sehingga siswa memiliki rasa aman untuk bercerita mengenai persoalan yang dihadapinya.

Ulfah Nadiyati Z.A. mengatakan bahwa konseling individu bukan sekadar mencari tahu permasalahan siswa, tetapi memberikan ruang bagi siswa untuk didengarkan dan dibantu menemukan langkah yang sesuai dengan kondisinya.

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

“Dalam konseling, yang paling utama adalah membuat siswa merasa aman dan nyaman untuk bercerita. Karena itu, kita perlu membangun rapport terlebih dahulu agar tumbuh rasa percaya. Siswa juga perlu memahami bahwa apa yang disampaikan dalam konseling merupakan hal yang bersifat rahasia,” ujar Ulfah.

Menurutnya, persoalan belajar yang dialami siswa dapat memiliki latar belakang yang beragam. Oleh karena itu, guru BK perlu mendengarkan siswa secara utuh sebelum menentukan tindak lanjut yang sesuai.

“Setiap anak memiliki kondisi dan cerita yang berbeda. Tugas kami bukan menghakimi, tetapi mendengarkan, memahami, dan mendampingi mereka agar dapat menemukan cara yang lebih baik dalam menghadapi kesulitan belajarnya,” jelasnya.

Melalui layanan konseling individu, Guru BK MTsN 2 Majalengka berupaya membangun kedekatan yang positif dengan siswa. Kehadiran guru BK diharapkan tidak dipandang sebagai tempat siswa datang hanya ketika memiliki masalah, tetapi sebagai sahabat dan pendamping yang siap membantu siswa berkembang dalam bidang pribadi, sosial, belajar, maupun karier.

Kontributor : Rika Gayatri

Kepala MTsN 3 Majalengka Ikuti Pendampingan Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *