Ligung ( Kemenag ) — Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam percepatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ligung menggerakkan jamaah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu pembangunan rumah milik Bapak Rasub dan Ibu Ai di Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Selasa ( 29/9/2026 )
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghidupkan kembali tradisi gotong royong di tengah masyarakat. Jamaah dan warga secara sukarela turut membantu proses pembangunan rumah, baik melalui tenaga, material, maupun dukungan lainnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Penyuluh Agama Islam KUA Ligung memiliki peran strategis tidak hanya dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, tetapi juga dalam melakukan pendampingan sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan tersebut, Penyuluh Agama berupaya mendorong masyarakat agar memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitarnya.

Kepala KUA Kecamatan Ligung, H. Mahmud Ro’i, SEI, menyampaikan apresiasi atas kepedulian jamaah dan masyarakat yang turut bergotong royong membantu pembangunan rumah tersebut.
“Penyuluh Agama tidak hanya bertugas menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk hadir dan memberikan pendampingan di tengah masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus kita hidupkan, karena dengan kebersamaan berbagai persoalan sosial di masyarakat dapat kita hadapi bersama,” ungkapnya.
Menurut H. Mahmud, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat program pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap sinergi antara pemerintah, Penyuluh Agama, tokoh masyarakat, jamaah, dan warga dapat terus diperkuat.
“Kami mendukung program percepatan Rutilahu yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Mudah-mudahan bantuan pemerintah ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan keluarga penerima. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu sesuai kemampuan masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Bapak Rasub, penerima manfaat program pembangunan Rutilahu bersama istrinya, Ibu Ai, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan berbagai pihak.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan pembangunan rumah ini. Terima kasih kepada Bapak Bupati Majalengka yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga kami. Terima kasih juga kepada Bapak Kepala Desa Kedungsari, Bapak Eka Rasmika, S.Sos., serta jajaran Pemerintah Desa Kedungsari ” tutur Rasub.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala KUA Ligung, khususnya para Penyuluh Agama Islam yang telah menggerakkan jamaahnya untuk turut membantu pembangunan rumah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala KUA Ligung, khususnya Penyuluh Agama Abah Maman Sulaeman, yang telah mengajak jamaah dan masyarakat untuk membantu pembangunan rumah kami. Bantuan tenaga dan perhatian dari masyarakat sangat berarti bagi kami. Semoga semua kebaikan ini mendapatkan balasan dari Allah Swt.,” ungkapnya.
Kegiatan gotong royong tersebut diharapkan tidak hanya membantu mempercepat proses pembangunan rumah penerima manfaat, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan antarwarga.
Penyuluh Agama Islam KUA Ligung berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendampingan keagamaan dan sosial. Semangat gotong royong diharapkan dapat terus tumbuh sebagai bagian dari nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang selaras dengan ajaran agama.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, KUA, Penyuluh Agama, jamaah, dan masyarakat, program pembangunan Rutilahu diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kontributor: Maman Sulaeman


Komentar