Jatiwangi (KEMENAG) — Menentukan langkah setelah lulus madrasah membutuhkan perencanaan matang, mulai dari mengenali potensi diri hingga memilih pendidikan atau pekerjaan yang sesuai. Untuk membantu peserta didik menghadapi keputusan tersebut, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 3 Majalengka, Iyum Tsamratul Ainil Alawiyah, S.Pd., memberikan layanan bimbingan karier kepada peserta didik kelas XII, Kamis (15/10/2026).
Layanan ini membantu peserta didik mengenali minat, bakat, kemampuan, dan aspirasi sebagai dasar merencanakan masa depan. Siswa didorong mempertimbangkan berbagai pilihan setelah lulus, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Melalui konsultasi dan diskusi, peserta didik mendapatkan pendampingan dalam mengeksplorasi pilihan karier, menentukan program studi, serta memahami alternatif pendidikan lanjutan. Proses ini juga membantu mereka mempertimbangkan pilihan sesuai potensi, kebutuhan, dan cita-cita masing-masing.
Iyum Tsamratul Ainil Alawiyah menekankan pentingnya mengenali potensi diri sebelum menentukan arah masa depan.
“Bimbingan karier membantu siswa memahami minat dan kemampuan dirinya sehingga dapat menentukan pilihan setelah lulus secara lebih terarah. Kami berharap mereka mampu mengambil keputusan secara mandiri, realistis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, perencanaan karier tidak seharusnya hanya mengikuti pilihan teman atau tren yang berkembang. Peserta didik perlu mempertimbangkan kemampuan diri, peluang yang tersedia, serta tujuan jangka panjang agar pilihan yang diambil lebih sesuai dengan aspirasi pribadi.
Bagi siswa kelas XII, bimbingan karier menjadi bekal penting dalam menghadapi masa transisi dari madrasah menuju perguruan tinggi atau dunia kerja. Perencanaan sejak dini diharapkan membantu mereka mempersiapkan langkah dan menghadapi tantangan setelah kelulusan.
Melalui layanan ini, MAN 3 Majalengka menegaskan komitmennya mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kesiapan siswa mengenali potensi, mengambil keputusan, dan merancang masa depan.
Kontributor: Firman Saefatullah


Komentar