Malausma (KEMENAG)— Sejumlah ASN Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Malausma turut ambil bagian dalam kegiatan Geber Jumat Berkah yang digelar Pemerintah Kecamatan Malausma di Dusun Bungursari, Desa Malausma, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan gotong royong membersihkan lahan yang nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan salat istisqa pada Senin mendatang.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Geber Jumat Berkah Pemerintah Kabupaten Majalengka itu diikuti unsur lintas sektoral Kecamatan Malausma. KUA Kecamatan Malausma turut hadir dengan melibatkan para penyuluh agama Islam dan penghulu sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Malausma.
Salah satunya H. Jalaludin, S.Pd., M.Pd.I., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Malausma, yang turut bergotong royong bersama unsur pemerintah dan masyarakat. Jalaludin mengatakan, keterlibatan ASN KUA dalam kegiatan Geber Jumat Berkah merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wujud kehadiran insan KUA di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk ikut bergotong royong membersihkan tempat yang nantinya akan digunakan untuk salat istisqa. Ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama. Selain berdoa kepada Allah Swt., kita juga perlu melakukan persiapan dan usaha secara nyata,” ujar Jalaludin.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan lingkungan. Gotong royong menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempersiapkan tempat yang layak untuk pelaksanaan ibadah.
“Mudah-mudahan melalui salat istisqa nanti, kita bersama-sama memohon kepada Allah Swt. agar diturunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Semoga semangat gotong royong seperti ini juga terus tumbuh di tengah masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan Geber Jumat Berkah merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Keterlibatan ASN KUA Kecamatan Malausma menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan tersebut sekaligus memperkuat peran aparatur keagamaan dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Kontributor : Alif Sinta


Komentar