Berita Daerah MAN

Asah Literasi dan Berpikir Kritis, Murid MAN 2 Majalengka Praktik Menyajikan Berita

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XI.6 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menyajikan berita di ruang kelas, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang diampu oleh guru Bahasa Indonesia, Yolla Sucigartina Oktavia, S.Pd., tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan murid dalam mengolah informasi menjadi naskah berita yang jelas, faktual, dan mudah dipahami.

Dalam proses pembelajaran, murid memahami bahwa berita merupakan penyampaian informasi mengenai suatu peristiwa yang memiliki nilai penting bagi pembaca. Sebuah berita wajib disusun berdasarkan fakta dan menggunakan bahasa yang lugas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Untuk memantapkan pemahaman dasar jurnalistik, murid mempelajari unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Keenam unsur tersebut menjadi panduan mendasar guna memastikan seluruh informasi penting dalam suatu peristiwa tersampaikan secara utuh dan lengkap.

Selain unsur utama, murid diarahkan untuk memahami struktur berita yang terdiri atas judul, teras berita (lead), dan tubuh berita (body). Dalam penyajiannya, naskah harus disusun secara logis dengan memperhatikan ketepatan fakta, pilihan kata (diksi), tata ejaan sesuai PUEBI, serta efektivitas kalimat.

Melalui praktik langsung ini, murid berlatih mengolah informasi dari sebuah kejadian. Proses tersebut sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis karena murid dituntut memilah informasi, menentukan fakta relevan, serta menyusunnya secara runtut.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

Pengampu mata pelajaran, Yolla Sucigartina Oktavia, S.Pd., menjelaskan bahwa keterampilan menyajikan berita sangat penting untuk melatih murid dalam mengolah serta menyampaikan informasi secara terstruktur.

“Menyajikan berita bukan sekadar menulis sebuah peristiwa, tetapi bagaimana murid mampu memilih fakta yang penting, menyusunnya dengan unsur 5W+1H, kemudian menyampaikan informasi tersebut secara jelas dan bertanggung jawab,” ungkap Yolla.

Ia menambahkan bahwa kecakapan jurnalistik dasar tersebut berdampak langsung dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat murid menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial.

“Saya berharap murid semakin kritis dalam menerima informasi. Sebelum menyampaikan sesuatu kepada orang lain, mereka perlu memastikan fakta dan menyajikannya dengan bahasa yang tepat agar informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI.6 MAN 2 Majalengka ini menjadi ruang strategis untuk mengembangkan kemampuan literasi informasi sekaligus keterampilan komunikasi siswa. Dengan menguasai proses penyajian berita, para murid diharapkan mampu menyampaikan gagasan dan berita secara faktual, runtut, serta beretika.

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *