Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.11 program Tata Busana MAN 2 Majalengka melaksanakan pembelajaran praktik memotong kain blus pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan yang didampingi oleh guru pembimbing, Tuti Suryani, S.Pd., tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan keterampilan teknis siswa dalam menerapkan pola pada bahan secara tepat sebelum melangkah ke tahap penjahitan.
Dalam proses pembuatan busana, tahapan memotong kain memegang peranan yang sangat mutlak. Ketepatan pemotongan bahan akan menentukan bentuk akhir, akurasi ukuran, serta presisi kelayakan antarbagian blus saat dirangkai.
Sebelum pemotongan dilakukan, para murid diarahkan untuk memastikan kesiapan bahan kain terlebih dahulu. Pola kemudian diletakkan di atas kain dengan memperhitungkan arah serat, garis tengah, tanda lipatan, hingga posisi masing-masing komponen pola. Selain itu, murid wajib memperhitungkan tambahan kampuh pada area tertentu sebagai ruang penyambungan saat proses penjahitan.
Ketelitian dan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam tahapan ini. Kesalahan kecil dalam penempatan pola maupun eksekusi pemotongan dapat mengakibatkan ukuran bagian busana menyimpang dari rancangan awal. Oleh sebab itu, setiap murid diminta memeriksa kembali tata letak pola secara terukur sebelum mengoperasikan alat potong.
Pembimbing praktik, Tuti Suryani, S.Pd., menegaskan bahwa pengerjaan tahap ini membutuhkan tingkat ketelitian dan kesabaran yang tinggi.
“Memotong kain tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Murid harus memastikan pola sudah tepat, arah serat diperhatikan, dan kampuh sesuai kebutuhan. Ketelitian pada tahap ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil busana,” jelas Tuti.
Ia menyertakan bahwa pengalaman praktik langsung ini ditujukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait alur kerja profesional dalam pembuatan busana.
“Saya berharap murid tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya dengan benar. Dari praktik ini mereka belajar bahwa setiap tahap pembuatan busana membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Melalui pembelajaran praktik memotong kain blus ini, murid kelas XII.11 diharapkan dapat meningkatkan kemahiran penerapan pola, menguasai alur kerja yang sistematis, serta menghasilkan potongan bahan yang presisi sesuai standar rancangan. Keterampilan ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat kompetensi siswa pada program keahlian Tata Busana.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar