Berita Daerah MAN

Asah Ketelitian Murid, MAN 2 Majalengka Perkuat Pemahaman Dasar Komponen Elektronika

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.5 Program Keterampilan Teknik Elektronika MAN 2 Majalengka mengikuti kegiatan pembelajaran praktis materi identifikasi nilai resistor pada Jumat (2/10/2026). Pembelajaran yang dibimbing langsung oleh guru pengampu, Juju Juhana, S.Pd., ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi resistor sekaligus melatih ketepatan murid dalam menentukan nilai komponen elektronika tersebut.

Resistor merupakan salah satu komponen vital dalam rangkaian elektronika yang berfungsi memberikan hambatan terhadap aliran arus listrik. Komponen ini digunakan untuk mengatur besaran arus dan membagi tegangan sesuai kebutuhan rangkaian.

Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, para murid mempelajari teknik membaca gelang warna pada badan resistor. Pada jenis resistor empat gelang warna, misalnya, dua gelang pertama mewakili nilai angka, gelang ketiga sebagai faktor pengali, dan gelang keempat menunjukkan tingkat toleransi. Murid tidak hanya dibekali teori, tetapi juga langsung dilatih mengidentifikasi nilai resistor berdasarkan kode warna guna menghubungkan konsep akademis dengan penerapan praktis.

Guru pembimbing, Juju Juhana, S.Pd., menegaskan bahwa penguasaan membaca nilai resistor merupakan fondasi utama dalam disiplin ilmu Teknik Elektronika.

“Murid perlu memahami cara membaca kode warna resistor karena kemampuan ini menjadi dasar dalam mengenali dan menggunakan komponen elektronika. Ketelitian sangat diperlukan agar nilai resistor yang diperoleh sesuai dengan kode warna yang tertera,” ujar Juju.

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Ia menambahkan, pemahaman konsep dasar ini harus diimbangi dengan latihan intensif agar keterampilan murid terus terasah secara optimal.

“Saya berharap murid tidak hanya menghafal kode warna, tetapi benar-benar memahami cara menentukan nilai resistor. Dengan latihan yang berulang, mereka akan semakin terbiasa dan teliti ketika menghadapi komponen elektronika dalam kegiatan praktik,” tambahnya.

Pembelajaran pada kelas X.5 ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat kompetensi dasar siswa di bidang keahlian vokasi. Melalui pembelajaran terstruktur ini, murid diharapkan mampu mengidentifikasi nilai resistor secara akurat serta memiliki tingkat ketelitian tinggi yang dibutuhkan dalam praktik dunia kerja maupun keahlian elektronika selanjutnya.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kepala MTsN 3 Majalengka Ikuti Pendampingan Pemetaan Potensi Conflict of Interest

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *