Rajagaluh (KEMENAG) — Siswa kelas XII.11 program keahlian Tata Busana MAN 2 Majalengka melaksanakan pembelajaran praktik memotong kain untuk pembuatan blus di ruang praktik madrasah, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang didampingi oleh guru pembimbing Tuti Suryani, S.Pd., ini merupakan tahap lanjutan yang krusial setelah para siswa mempelajari dan menyusun pola busana.
Dalam praktik tersebut, para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai pentingnya kecermatan saat memotong bahan. Persiapan dilakukan mulai dari pengondisian kain, penataan pola yang presisi dengan memperhatikan arah serat bahan, hingga memperhitungkan kebutuhan setiap bagian blus secara cermat.
Selain itu, siswa dilatih untuk tanggap terhadap tanda-tanda kerja pada pola, seperti garis tengah muka/belakang, arah serat kain, tanda lipatan, hingga penambahan kampuh. Kampuh—yakni jarak atau sisa kain di luar garis pola yang berguna untuk penyambungan saat menjahit—menjadi salah satu poin utama yang membutuhkan ketepatan ukur.
Ketelitian dalam meletakkan pola dan mengeksekusi pemotongan sangat menentukan hasil akhir. Kesalahan kecil pada tahap ini dapat memengaruhi bentuk serta ukuran bagian blus, yang berpotensi menyulitkan proses penjahitan dan penyelesaian (finishing).
Guru Pembimbing Tata Busana MAN 2 Majalengka, Tuti Suryani, S.Pd., menegaskan bahwa tahap memotong kain merupakan pondasi penting dalam proses pembuatan busana secara keseluruhan.
“Siswa harus benar-benar teliti ketika memotong kain. Sebelum gunting digunakan, posisi pola harus dipastikan sudah tepat, arah serat diperhatikan, dan bagian kampuh disesuaikan. Jangan terburu-buru, karena kesalahan pada pemotongan akan berdampak langsung pada tahap penjahitan selanjutnya,” tegas Tuti.
Tuti menambahkan, pembelajaran berbasis praktik langsung ini memberikan pengalaman otentik bagi para siswa agar mampu memahami alur kerja pembuatan busana secara menyeluruh dan sistematis.
“Saya berharap siswa tidak hanya mahir membuat pola di atas kertas, tetapi juga mampu menerapkannya pada kain dengan presisi. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bahwa mewujudkan sebuah karya busana memerlukan ketelitian, kesabaran, serta keterpaduan keterampilan dari satu tahap ke tahap berikutnya,” pungkasnya.
Rangkaian praktik memotong kain blus ini menjadi bagian terpadu dari penguatan kompetensi keahlian Tata Busana kelas XII.11 MAN 2 Majalengka. Melalui pembelajaran intensif ini, para siswa diharapkan kian mahir mengaplikasikan pola pada kain, menjaga kerapian dan presisi ukuran, serta siap menghasilkan produk busana yang berkualitas sesuai rancangan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar